103.602 Pekerja Industri Hulu Migas Sudah Divaksin Covid-19

Kompas.com - 23/10/2021, 23:01 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer ShutterstockIlustrasi vaksin Pfizer

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, hingga kuartal III-2021 sebanyak 103.602 pekerja di indusri hulu migas telah mendapatkan vaksin Covid-19. Capaian itu setara 93 persen dari target.

Secara rinci, untuk pekerja di lingkungan SKK Migas yang telah mendapatkan vaksin mencapai 1.641 orang atau mencapai 98 persen. Sebanyak 33 orang atau sebesar 2 persen dari target belum vaksin karena kormobit, hamil, paska melahirkan serta belum memasuki 3 bulan paska covid.

Sekretaris SKK Migas Taslim Z Yunus mengatakan, tingginya capaian vaksinasi di industri hulu migas sekaligus menunjukkan dukungan dari para pelaku usaha hulu migas dalam menyukseskan program pemerintah.

Baca juga: Syarat Nonton Superbike: Sudah Vaksin Dosis Lengkap

"Kami menyadari bahwa dibukanya secara normal aktivitas perekonomian dan usaha sangat ditentukan salah satunya adalah keberhasilan pelaksanaan vaksin untuk menciptakan herd immunity," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/10/2021).

"Saat ini capaian vaksinasi di industri hulu migas maupun pekerja di lingkungan SKK Migas berada di atas target pemerintah yang sebesar 70 persen hingga akhir 2021," imbuh dia.

Taslim menambahkan, selain vaksinasi, penerapan protokol kesehatan telah dilakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia bilang, seiring dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, kinerja hulu migas tetap mampu dipertahankan dengan baik, meskipun ada beberapa hal yang masih membutuhkan upaya lebih sampai akhir tahun untuk bisa mencapai target.

Lantaran, di masa pandemi terdapat beberapa proyek hulu migas mundur pengerjaannya, seperti tertundanya jadwal onstream di Proyek Tangguh Train 3 dan Jambaran Tiung Biru.

"Salah satu faktornya adalah terjadi outbreak karena ada beberapa pekerja proyek yang terkena Covid-19, akibatnya sesuai prosedur proyek dihentikan sementara," kata Taslim.

Ia menjelaskan, berhentinya proyek-proyek tersebut tentu menyebabkan mundurnya jadwal penyelesaiannya dan berdampak pada belum masuknya tambahan produksi minyak dan gas.

"Namun kami bersyukur secara keseluruhan operasional dan proyek hulu migas dapat dijaga dari kasus Covid-19," pungkasnya.

Baca juga: Tekan Pengeboran Sumur Minyak Ilegal, SKK Migas Jalin Kerja Sama Lintas Sektor

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.