Perusahaan Tersangkut Kasus Hukum, Apakah Masih Bisa IPO?

Kompas.com - 15/11/2021, 08:40 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, setiap perusahaan memiliki kesempatan untuk dapat melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering/ IPO dan mencatatkan efeknya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lalu bagaimana dengan perusahaan yang tersangkut kasus hukum ?

Nyoman mengatakan, dalam rangka IPO, perusahaan akan menerbitkan suatu dokumen yang disebut prospektus.

Baca juga: GoTo Raih Rp 18,5 Triliun pada Penggalangan Dana Pra-IPO

Prospektus merupakan dokumen yang memuat setiap informasi tertulis yang berkaitan dengan proses penawaran umum yang sedang dilakukan perusahaan dengan tujuan agar pihak lain mengetahui segala sesuatu mengenai perusahaan sebelum memutuskan untuk membeli efek.

Bentuk dan isi prospektus dalam rangka penawaran umum telah diatur di dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia menjelaskan, dalam prospektus, perseroan wajib memuat rincian informasi atau fakta material mengenai penawaran umum dan informasi atau keterangan yang dapat mempengaruhi keputusan pemodal, yang diketahui atau layak diketahui.

“Prospektus dilarang memuat keterangan yang tidak benar tentang fakta material agar prospektus tidak memberikan gambaran yang menyesatkan. Informasi penting dan relevan yang diungkapkan dalam Prospektus, antara lain pendapat dari segi hukum oleh konsultan hukum yang terdaftar di OJK,” ujar Nyoman kepada wartawan Sabtu (13/11/2021).

Dia merinci, pendapat hukum tersebut misalnya pengungkapan perkara penting dan relevan, tuntutan perdata atau pidana, serta tindakan hukum lainnya menyangkut emiten dan perusahaan anak, anggota direksi atau anggota dewan komisaris (jika ada).

Permasalahan hukum (legal issue) pada suatu perusahaan cukup beragam. Tentunya permasalahan tersebut akan diberikan pendapat hukum oleh konsultan hukum yang berwenang memberikan pendapat hukum.

“Ini sebagai bagian dari penerapan good corporate governance bagi perusahaan yang akan melakukan pendanaan melalui pasar modal. Mengingat pentingnya prospektus, maka investor yang akan membeli efek wajib membaca prospektus yang diterbitkan perusahaan tersebut,” tambah dia.

Sebagai informasi, saat ini proses IPO saham telah dilakukan melalui sistem e-IPO atau Electronic Indonesia Public Offering. Perusahaan yang sedang dalam proses penawaran umum saham dan telah mendapatkan ijin publikasi dari OJK, maka informasinya dapat dilihat di website e-IPO.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.