Sebelum Putuskan Investasi Berjangka Komoditi, Simak 7 Langkah Ini

Kompas.com - 09/12/2021, 14:09 WIB
Ilustrasi investasi. Dok. FreepikIlustrasi investasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan, perdagangan berjangka komoditi merupakan salah satu alternatif investasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Instrumen investasi ini memberikan peluang bagi investor untuk bisa mendapatkan profit yang tinggi.

Namun, di balik peluang mendapatkan profit, ada risiko yang harus diperhatikan dan dipahami.

Baca juga: Kementerian Investasi Tawarkan Proyek Pembangunan RSUD di Jateng ke Investor

"Secara umum, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para calon investor sebelum berinvestasi di perdagangan berjangka Komoditi. Pertama, pelajari latar belakang perusahaan yang memberikan penawaran. Kedua, Pelajari tata cara transaksi dan penyelesaian perselisihan," kata Fajar melalui keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Kemudian, pelajari kontrak berjangka komoditi yang diperdagangkan. Keempat, jangan mudah percaya dengan kentungan yang tinggi dan pasti diperoleh (fixed income).

Kelima, pastikan wakil pialang berjangka yang memberikan penawaran adalah pialang resmi yang memiliki izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Keenam, pelajari dokumen perjanjiannya. Terakhir, pelajari risiko atas investasi yang ada.

Dalam ekosistem perdagangan berjangka komoditi, KBI sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi atas perdagangan berjangka komoditi di Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX).

Baca juga: Bursa Berjangka: Pengertian dan Bedanya dengan Bursa Saham

Dengan peran ini, KBI memastikan bahwa semua transaksi yang ada telah dilakukan sesuai dengan regulasi yang ada.

Terkait investasi, pengamat ekonomi dari Universitas Islam Nusantara Bandung Yoyok Prasetyo menuturkan, setiap investasi memiliki potensi keuntungan sekaligus risiko.

Untuk itu, sebaiknya investor memperhatikan tingkat risiko yang ada sebelum mempertimbangkan tingkat keuntungan yang dijanjikan.

"Hal ini karena jika investor hanya fokus pada tingkat keuntungan yang dijanjikan menjadi peluang untuk masuknya penawaran investasi bodong. Dalam hal ini, tentunya menjadi tugas bersama semua pemangku kepentingan dalam hal investasi, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya terkait risiko investasi," kata Yoyok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.