Bursa Berjangka: Pengertian dan Bedanya dengan Bursa Saham

Kompas.com - 21/10/2021, 21:08 WIB
Ilustrasi bursa thikstockIlustrasi bursa
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa berjangka adalah tempat melakukan perdagangan atau jual beli kontrak atas sejumlah komoditi atau instrumen keuangan.

Karena sifatnya kontrak, maka bisa dikatakan seseorang membeli di harga tertentu, namun penyerahan barang disepakati untuk diberikan di saat yang akan datang. Kontrak itu dibuat antara pihak-pihak yang saling tidak tahu lawan transaksinya.

Peraturan mengenai perdagangan berjangka di Indonesia diatur lewat UU Nomor 10 tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Pengertian Bursa Berjangka

Seperti dijelaskan sebelumnya, bursa berjangka adalah tempat untuk melakukan jual-beli kontrak atau derivatif. Lalu sebenarnya apa itu bursa berjangka dan bagaimana cara kerjanya?

Dikutip dari dokumen Perdagangan Berjangka Komoditi yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Perdagagan Berjangka Komoditi (Bappebti) dijelaskan, bursa berjangka adalah badan usaha yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk kegiatan jual beli komoditi berdasarkan kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah, atau kontrak derivatif lainnya.

Baca juga: Hedging Adalah Lindung Nilai: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Saat ini, Indonesia memiliki dua berusa berjangka, yakni PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) yang mulai beroperasi di akhir tahun 2000 dan PT Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang mulai beroperasi di tahun 2009.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dikutip dari laman resmi ICDX dijelaskan, mekanisme transaksi bursa berjangka dilakukan pembelian kontrak yang sudah terstandardisasi berdasarkan bursa berjangka. Terjadinya kesepakatan antara pembeli dan penjual akan diikat melalui kontrak meskipun mereka saling tidak tahu siapa lawan transaksinya.

Seperti apa kontrak yang ditransaksikan dalam bursa berjangka?

Bappebti menjelaskan, dalam perdagangan berjangka, seorang nasabah tidak perlunmenyetor uang sebesar nilai kontrak yang diperjual-belikan,

tetapi hanya dalam sejumlah persentase kecil berkisar antara 3-5 persen dari nilai kontrak.
Sejumlah uang ini disebut dengan margin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.