Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

Superman Syndrome, Korporatisasi Usaha Mikro dan Koperasi Multi Pihak

Kompas.com - 14/12/2021, 14:37 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Bila UMK memiliki pekerja, ditawarkan apakah pekerjanya dilibatkan atau tidak. Bila dilibatkan, anggaplah masing-masing memiliki tiga pekerja, maka ada 30 orang. Dengan proposal pengembangan itu, mereka agregasi kelompok berikutnya, investor. Anggaplah ada lima orang yang tertarik, yang siap mendukung dengan sejumlah modal tertentu.

Sekarang totalnya sudah ada 48 orang. Bersama-sama mereka mendirikan koperasi multi pihak yang bergerak di sektor pertanian, dengan bentuk serba usaha dan berjenis jasa atau pemasaran.

Hak dan kewajiban masing-masing kelompok diatur lewat AD/ ART koperasi. Salah satu yang fundamental adalah hak suara (voting). Misalnya, kelompok entrepeneur 30 persen, kelompok pemilik usaha 30 persen, kelompok pekerja 10 persen, dan kelompok investor 30 persen. Dengan bauran suara seperti itu check and balance bisa terjadi secara alamiah yang dimotivasi oleh kepentingan masing-masing kelompok.

Koperasi berdiri, mobilisasi modal terjadi dan bisnis beroperasi. Dalam sekenario pengembangan, anggaplah langkah awal adalah meningkatkan volume produksi dan penjualan.

Dengan modal yang sudah dimiliki, koperasi bisa langsung fasilitasi bahan baku, sarana/alat yang mencukupi serta menyerap produk akhirnya. Yang pertama dilakukan, koperasi langsung mengangkat karyawan lini penjualan (offline/online).

Dalam proses itu akan terjadi juga kendali mutu, branding dan pengemasan serta inovasi produk. Koperasi yang melakukan itu semua. Kelompok entrepreneur yang menyiapkannya. Mulai dari riset pasar, kapasitas produksi, perencanaan pemasaran, sampai pengelolaan keuangan dan inventori.

Di sisi lain, kelompok pemilik usaha fokus pada aspek produksi/budidaya atas arahan kelompok entrepreneur. Sampai kemudian koperasi mampu mengangkat karyawan penuh, peran itu didelegasikan ke manajemen purna waktu.

Adanya model dan proses bisnis seperti itu membuat karakteristik KMP khas. Susunan pengurus dan pengawas terdiri dari wakil kelompok anggota. Misalnya dua orang wakil dari kelompok entrepreneur menjadi CEO (chief executive officer) dan COO (chief operating officer). Dua orang dari kelompok investor menjadi CFO (chief financial officer) dan CMO (chief marketing officer). Kemudian satu orang dari pemilik usaha sebagai chief member service officer (CMSO). Lalu satu orang masing-masing dari pemilik usaha, pekerja dan investor duduk sebagai pengawas.

Pendamping UKM sebagai pengungkit

Pertanyaan berikutnya, siapa orang yang mau dan mampu membersamai para pelaku UMK? Di sinilah peran pendamping/konsultan dapat menjadi variabel pengungkit (leveraging factor), yang sehari-hari mendampingi mereka di lapangan.

Bedanya, dulu mereka berposisi sebagai external activator dalam perannya sebagai pendamping/konsultan. Dalam proses korporatisasi ini, mereka langsung in charge menginisiasi, mengarahkan, dan mengelola koperasinya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.