Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IndiHome Targetkan Tambah 1,8 Juta Pelanggan di Tahun Depan, Begini Strateginya

Kompas.com - 01/12/2022, 20:27 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk, IndiHome membidik tambahan pelanggan baru sebanyak 1,8 juta di tahun 2023. Hal ini disampaikan oleh E. Kurniawan, VP Marketing Management Telkom Indonesia saat ditemui di Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Kurniawan mengungkapkan, saat ini konsumen IndiHome sebanyak 8,6 juta. Melalui strategi-strategi yang diterapkan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pelanggan IndiHome di tahun depan.

“Target tahun depan, nanti pertambahan konsumer, dari yang sekarang 8,6 juta, kita targetkan tahun depan naik menjadi 11 juta-an. Itu angka yang cukup menantang bagi kita dalam menambah 1,8 juta pelanggan,” ujarnya.

Baca juga: Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Kurniawan mengungkapkan, pihaknya juga berupaya mendorong peningkatan penggunaan kecepatan internet bagi pelanggan lama. Hingga akhir tahun ini ia berharap para pelanggan sudah mencapai kecepatan sekitar 30-40 MBps.

“Dengan kecepatan tersebut, diharapkan pemakaiannya lebih nyaman untuk konsumen eksisting. Sementara untuk pasar yang baru, kita akan memberikan layanan efisien terbaik melalui high speed internet,” jelas dia.

Di sisi lain, pihaknya juga akan memberikan tawaran internet berkecepatan tinggi, dengan harga-harga menarik untuk meningkatkan minat pengguna. Untuk mendorong tercapainya hal tersebut, IndiHome juga menghadirkan produk Orbit, untuk memudahkan konsumen membeli bandwidth sesuai dengan kebutuhan.

“Buat masyarakat yang tercover oleh jaringan kita, dan mempunyai budget yang terbatas, kita berikan paket Jitu, cukup murah mulai Rp 200.000-an saja,” jelas dia.

Baca juga: 6 Cara Cek Tagihan IndiHome secara Online dengan Mudah

Bangun jaringan di IKN Nusantara

Tahun depan IndiHome juga akan membidik beberapa market di beberapa daerah seperti Telkom regional I Sumatera Utara, Telkom regional Kalimantan, Kawasan Timur Indonesia, dan Jawa Barat. Sementara untuk pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) dia memastikan kesiapannya.

“Kalau untuk IKN sudah, IKN itu mengikuti rule dari pemerintah. Back bone-nya sudah ready, atau infrastruktur untuk mengamankan jaringan internet IKN sudah ditarik oleh Telkom. Tapi pembangunan untuk siterm di bawah tanah itu, tentunya harus bersama dengan gas dan listrik,” tegas dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Limit Transfer BCA ke Sesama Rekening BCA dan Bank Lain Tahun 2024

Limit Transfer BCA ke Sesama Rekening BCA dan Bank Lain Tahun 2024

Spend Smart
Cara Beli Tiket Kapal Feri secara Online lewat Aplikasi dan Website

Cara Beli Tiket Kapal Feri secara Online lewat Aplikasi dan Website

Spend Smart
Info Tarif Parkir Inap dan Harian di Bandara Soekarno-Hatta Terbaru

Info Tarif Parkir Inap dan Harian di Bandara Soekarno-Hatta Terbaru

Spend Smart
Cara Mudah Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pakai GoPay

Cara Mudah Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pakai GoPay

Spend Smart
3,1 Juta Tiket Kereta Api Terjual pada Masa Angkutan Lebaran 2024, Ini Rute Favorit

3,1 Juta Tiket Kereta Api Terjual pada Masa Angkutan Lebaran 2024, Ini Rute Favorit

Whats New
3 Jalur Alternatif Arus Balik Lebaran di Jawa Barat

3 Jalur Alternatif Arus Balik Lebaran di Jawa Barat

Whats New
Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024

Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Kereta Simpang Joglo Selesai September 2024

Whats New
Mata Uang Indonesia Diatur Secara Resmi oleh Pemerintah dalam Aturan?

Mata Uang Indonesia Diatur Secara Resmi oleh Pemerintah dalam Aturan?

Whats New
Cara Isi Saldo e-Toll BCA, BRI, BNI, dan Mandiri lewat HP

Cara Isi Saldo e-Toll BCA, BRI, BNI, dan Mandiri lewat HP

Spend Smart
Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Apa Mata Uang Singapura dan Berapa Nilai Tukarnya ke Rupiah?

Whats New
Jasa Marga Catat 471.000 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada Hari Puncak dan H+1 Lebaran

Jasa Marga Catat 471.000 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada Hari Puncak dan H+1 Lebaran

Whats New
Mengenal Mata Uang Myanmar dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Myanmar dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Jasa Marga Catatkan 16.000 Kendaraan Alami Saldo E-Toll Kurang Saat Arus Mudik

Whats New
H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

H2+2 Lebaran, KAI Daop 1 Jakarta Catat Sebanyak 46.000 Lebih Penumpang Tiba di Jakarta

Whats New
Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com