Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Manfaat Perusahaan Leasing sebagai Lembaga Keuangan Bukan Bank LKBB

Kompas.com - 29/02/2024, 12:50 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Manfaat perusahaan leasing sebagai lembaga keuangan bukan bank LKBB adalah membantu masyarakat yang membutuhkan barang dengan cara sewa guna. LKBB sendiri adalah singkatan dari Lembaga Keuangan Bukan Bank.

Mengutip laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sewa guna usaha (leasing) didefinisikan sebagai kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease).

Modal yang diberikan ini digunakan oleh penyewa guna usaha (lessee) selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala.

Penyewa guna usaha (lessee) adalah perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari perusahaan pembiayaan (lessor).

Baca juga: Cara dan Syarat Mengajukan Pembiayaan Mobil Bekas di BRI Finance

Pengadaan barang modal melalui leasing juga dapat dilakukan dengan cara pembelian barang penyewa guna usaha (lessee) oleh perusahaan pembiayaan (lessor) yang kemudian disewagunausahakan kembali oleh penyewa guna usaha. Pengadaan dengan cara ini disebut sales and lease back.

Sepanjang perjanjian sewa guna usaha masih berlaku, hak milik atas barang modal obyek transaksi berada pada perusahaan pembiayaan.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, sewa guna adalah sebuah konsep bisnis di Indonesia yang mengacu pada kontrak sewa jangka panjang antara pemberi sewa dan penyewa yang melibatkan penggunaan suatu asset.

Kontrak sewa guna usaha biasanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu, di mana penyewa membayar sejumlah uang sewa kepada pemberi sewa untuk menggunakan asset tersebut.

Dalam konteks bisnis, asset yang disewakan dalam kontrak sewa guna usaha bisa berupa tanah, bangunan, mesin, peralatan, atau jenis asset lainnya.

Baca juga: Prangko, Alat Pembayaran Resmi untuk Biaya Pengiriman Melalui Pos

Perjanjian sewa guna usaha umumnya memberikan fleksibilitas kepada penyewa untuk menggunakan asset tersebut tanpa harus membelinya secara langsung, sementara pemberi sewa tetap mempertahankan kepemilikan asset.

Kontrak sewa guna usaha biasanya memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi penyewa, mereka dapat menggunakan asset tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk membelinya secara langsung.

Sementara bagi pemberi sewa, mereka mendapatkan pendapatan sewa secara berkala dan tetap memiliki kepemilikan atas asset tersebut.

SGU sering digunakan dalam berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, perkebunan, pertambangan, dan sektor lainnya di Indonesia.

Konsep ini membantu perusahaan dalam mengelola keuangan dan memperoleh akses ke asset yang diperlukan untuk operasional mereka tanpa harus menanggung beban pembelian langsung.

Baca juga: Ekspor Akan Menghasilkan Alat Pembayaran Luar Negeri yang Disebut?

Manfaat sewa guna usaha

Sewa guna usaha memiliki beberapa manfaat bagi kedua pihak yang terlibat dalam kontrak tersebut:

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Tren Pelemahan Rupiah, Bos BCA Sebut Tak Ada Aksi Jual Beli Dollar AS yang Mencolok

Whats New
Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Panen Jagung di Gorontalo Meningkat, Jokowi Minta Bulog Lakukan Penyerapan

Whats New
Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Ramai Beli Sepatu Bola Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Bea Cukai Buka Suara

Whats New
Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Menko Airlangga: Putusan Sengketa Sudah Berjalan Baik, Kita Tidak Perlu Bicara Pilpres Lagi...

Whats New
Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Paylater BCA Punya 89.000 Nasabah sampai Kuartal I-2024

Whats New
Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Hadapi Tantangan Bisnis, Bank DKI Terus Kembangkan Produk Digital

Whats New
Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Kemendag Mulai Lakukan Evaluasi Rencana Kenaikan Harga MinyaKita

Whats New
Simak Daftar 10 'Smart City' Teratas di Dunia

Simak Daftar 10 "Smart City" Teratas di Dunia

Whats New
Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Kuartal I-2024, Laba Bersih BCA Naik 11,7 Persen Jadi Rp 12,9 Triliun

Whats New
Bantah Pesawatnya Jatuh di NTT, Wings Air: Kami Sedang Upayakan Langkah Hukum...

Bantah Pesawatnya Jatuh di NTT, Wings Air: Kami Sedang Upayakan Langkah Hukum...

Whats New
MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres, Rupiah Menguat dan IHSG Kikis Pelemahan

MK Tolak Gugatan Sengketa Pilpres, Rupiah Menguat dan IHSG Kikis Pelemahan

Whats New
Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Whats New
Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Whats New
Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Whats New
Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com