Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transisi Sistem TikTok Shop-Tokopedia Rampung, Kemendag: Semua Sudah Pindah Domain

Kompas.com - 03/04/2024, 15:35 WIB
Elsa Catriana,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan seluruh aktivitas pembayaran dan transaksi serta pengelolaan pengguna (user) dan pedagang (merchant) yang semula dilakukan oleh TikTok, saat ini telah berpindah ke domain PT Tokopedia.

Dengan adanya kolaborasi itu, kini transaksi TikTok seutuhnya dikelola oleh PT Tokopedia melalui aplikasi “Shop Tokopedia’.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat menerima kunjungan Presiden Tokopedia, Melissa Siska Juminto, di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Baca juga: Transisi TikTok Shop Rampung, Kini Jadi Shop Tokopedia

Dalam pertemuan tersebut, manajemen dan Kemendag membahas tentang perkembangan kolaborasi antara TikTok dan Tokopedia.

Dalam pertemuan yang didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Isy Karim, terungkap proses transisi tersebut sudah selesai.

“Seluruh aktivitas pembayaran dan transaksi serta pengelolaan user dan pedagang (merchant) yang semula dilakukan oleh TikTok, saat ini telah berpindah ke domain PT Tokopedia,” tulis Kemendag dikutip dari situs resminya, Rabu (2/4/ 2024).

Sementara itu Presiden Tokopedia, Melissa Siska Juminto mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihak Kementerian Perdagangan membenarkan bahwa semua perubahan baik proses pembayaran hingga pengamanan data pribadi, sudah sesuai dengan Permendag 31 tentang PPMSE. “Mereka oke, enggak ada eefdback (komplen) juga,” kata Melissa.

Kemendag sendiri meminta manajemen Tokopedia memastikan bahwa Program atau Kampanye Beli Lokal tetap ada. Hal itu lantaran Kemendag tetap ingin agar Tokopedia dan TikTk tetap mengedepankan produk UMKM.

“Mereka setuju dengan kita dan mereka sudah oke. Mereka juga setuju karena seluruh aktivitas di Tokpedia sudah selesai dan sesuai,” pungkasnya.

Sebelumnya, saat menerbitkan Permendag 31 yang berlaku 26 September tahun lalu, Mendag Zulhas mengatakan, aturan ini merupakan revisi dari Permendag 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Salah satu aturan dalam Permendag 31 ini yakni pendefinisian berbagai model bisnis penyelenggara PMSE, mulai dari lokapasar (marketplace) hingga social commerce.

Baca juga: TikTok Temui KPPU, Jelaskan Komitmennya untuk Persaingan Sehat

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com