Terdampak Virus Corona, Boeing Bakal PHK 15.000 Pekerja

Kompas.com - 30/04/2020, 18:14 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat Boeing menyatakan bakal memangkas 10 persen dari total pekerjanya.

Ini menyusul terpukulnya industri penerbangan akibat pagebluk virus corona atau Covid-19.

Dilansir dari BBC, Kamis (30/4/2020), saat ini Boeing memiliki total 150.000 pegawai di seluruh dunia. Dengan demikian, jumlah pegawai yang akan dirumahkan mencapai 15.000 orang.

Baca juga: Maret 2020, Boeing Hadapi Pembatalan Pesanan 150 Pesawat

Dalam memo kepada para pegawai, CEO Boeing Dave Calhoun menyatakan, pagebluk virus corona telah memberikan pukulan kepada bisnis pabrikan pesawat tersebut.

Selain itu, permintaan akan penerbangan komersial pun telah "jatuh ke jurang."

" Industri penerbangan akan membutuhkan waktu beberapa tahun untuk kembali ke tingkat lalu-lintas yang kita lihat beberapa bulan lalu," ujar Calhoun.

Calhoun mengakui, pemangkasan jumlah pegawai akan lebih banyak dilakukan di beberapa departemen, termasuk unit bisnis penerbangan komersial.

Sebelumnya, pesaing utama Boeing, yakni Airbus juga melaporkan kinerja bisnis yang mengecewakan sebagai akibat wabah virus corona.

"Kita sekarang berada di tengah krisis terberat yang dialami industri penerbangan," ujar CEO Airbus Guillaume Faury.

Baca juga: Rumahkan 6.000 Pekerja, Bos Airbus Akui Bisnis Berdarah-darah

Airbus melaporkan kerugian sebesar 481 juta euro atau setara sekira Rp 7,8 triliun (kurs Rp 16.209 per euro) pada periode Januari-Maret 2020. Padahal, pada kuartal sebelumnya, Airbus mencatat laba 40 juta euro atau sekira Rp 648 miliar.

Penjualan Airbus tercatat turun 15 persen menjadi 10,6 miliar euro atau sekira Rp Airbus pun merumahkan sekitar 6.000 orang pekerjanya.

Adapun Boeing melaporkan kerugian sebelum pajak pada kuartal I 2020 sebesar 1,5 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 22,4 triliun (kurs Rp 14.962 per dollar AS).

Dalam laporannya terlihat, Boeing "membakar uang" sebanyak 4,3 miliar dollar AS hanya selama periode Januari hingga Maret 2020.

 



Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X