Menteri Edhy: Aturan Ekspor Benih Lobster Dibuat Berdasarkan Kajian Para Ahli

Kompas.com - 13/05/2020, 10:30 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2019-2024, Edhy Prabowo Dok. KKPMenteri Kelautan dan Perikanan Periode 2019-2024, Edhy Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akhirnya memaparkan alasannya mengizinkan ekspor dan budidaya benih lobster, yang diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) baru, yakni Permen KP Nomor 12 Tahun 2020.

Edhy mengaku, perubahan aturan tersebut sudah berdasarkan kajian mendalam yang melibatkan para ahli.

"Aturan itu dibuat berdasarkan kajian para ahli. Sehingga kita lihat saja dulu. Kita bikin itu juga berdasarkan perhitungan," ujar Edhy dalam siaran pers, Rabu (13/5/2020).

Baca juga: Ahli Waris Tak Terima Foto Nyonya Meneer Ada di Kemasan Minyak Telon

Edhy memaklumi memang aturan baru soal budidaya lobster dikhawatirkan banyak pihak. Tapi pihaknya telah membahas itu dengan ahli lobster Universitas Tasmania Australia.

Dari hasil pertemuannya dengan para ahli, ditemukan komoditas benih lobster bisa dibudidaya. Ditambah lagi, potensi hidup lobster budidaya sangat besar mencapai 70 persen, jauh lebih tinggi dibanding hidup di alam.

Sementara terkait ekspor benih, Edhy menilai aturan yang dibuatnya sudah mengedepankan keberlanjutan. Pasalnya, eksportir baru boleh mengekspor benih lobster setelah melakukan budidaya dan melepasliarkan 2 persen hasil panen budidaya ke alam.

"Kami minta mereka peremajaan ke alam 2 persen. Saya pikir ini bisa menjaga keberlanjutan," ujar Edhy.

Baca juga: Revisi UU Minerba, Ini Beberapa Pasal yang Tuai Polemik

Di samping keberlanjutan, Edhy mempertimbangkan alasan ekonomi. Dia bilang, banyak nelayan yang kehilangan mata pencaharian setelah terbit Permen KP Nomor 56 tahun 2016 era Susi Pudjiastuti yang melarang benih lobster dibudidaya apalagi diekspor.

"Kami mendorong keberlanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Keduanya harus sejalan. Tidak bisa hanya keberlanjutan saja tapi nelayan kehilangan penghasilan, tidak bisa juga menangkap saja tanpa mempertimbangkan potensi yang dimiliki," sebut Edhy.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Edhy Prabowo menerbitkan Permen KP Nomor 12/Permen-KP/2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.), di Wilayah Negara Republik Indonesia.

Baca juga: Segera Cair, Ini Besaran THR Bagi Pensiunan PNS dan TNI-Polri

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X