Stafsus Erick Thohir: Suntikan Rp 8,5 Triliun ke Garuda Bukan "Bailout"

Kompas.com - 14/05/2020, 12:11 WIB
Ilustrasi Garuda Indonesia. Dok. PixabyIlustrasi Garuda Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia Tbk disebut akan mendapatkan suntikan modal kerja dari pemerintah sebesar Rp 8,5 triliun.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, dana tersebut merupakan dana pinjaman, sehingga Garuda Indonesia tetap harus mengembalikan dana tersebut ke pemerintah.

“Skema dana Rp 8,5 triliun yang masih dalam pembicaraan mekanismenya. Dana ini dalam bentuk pinjaman yang harus dikembalikan kepada pemerintah,” ujar Arya dalam pesan singkatnya, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Kementerian BUMN Minta Garuda Indonesia Tak Beri Ruang Bagi Pemudik

Arya pun menegaskan dana tersebut bukan merupakan bailout. Garuda Indonesia harus tetap mengembalikan dana tersebut ke negara di kemudian harinya.

“Jadi yang benar hanya pinjaman sementara (bridging loan) sebesar Rp. 8,5 triliun yang disiapkan, enggak ada bailout, jadi ini pinjaman,” kata Arya.

Mengenai utang jatuh tempo sebesar 500 juta dollar AS yang dimiliki Garuda Indonesia, Arya mengatakan saat ini sedang dalam tahap pembicaraan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Yang bener kan ada penundaan pembayaran dan restrukturisasi Global Sukuk 500 juta dollar AS (ini tidak ada dukungan pemerintah, alias B to B),” ucap dia.

Baca juga: Soal Suntikan Rp 8,5 Triliun dari Pemerintah, Bos Garuda: Detilnya Masih Belum Final

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengalokasikan Rp 149,15 triliun untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Anggaran tersebut terbagi menjadi tiga.

Pertama, percepatan pembayaran kompensasi dan penugasan untuk BUMN sebesar Rp 94,23 triliun. Dari anggaran tersebut, BUMN yang menerimanya antara lain PT Pertamina senilai Rp 48,25 triliun, PT PLN sebanyak Rp 45,42 triliun, serta Bulog sebanyak Rp 560 miliar.

Kedua, penyertaan modal negara (PMN) sebanyak Rp 25,27 triliun untuk lima BUMN. yakni PT PLN senilai Rp 5 triliun, PT Hutama Karya (HK) sebesar Rp 11 triliun, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebanyak Rp 6,27 triliun, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) senilai Rp 2,5 triliun, dan PT Indonesia Tourism Development Coporation (ITCD) sebanyak Rp 500 miliar.

Ketiga, talangan modal kerja BUMN sebanyak Rp 32,65 triliun alokasinya untuk PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) senilai Rp 8,5 triliun, Perumnas sebesar Rp 650 miliar, KAI sebanyak Rp 3,5 triliun, PTPN senilai Rp 4 triliun, Bulog sejumlah Rp 13 triliun, dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebanyak Rp 3 triliun.

Baca juga: BUMN: Dana Talangan Modal Kerja Tak Akan Digunakan untuk Bayar Utang



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pajak Sembako, BKF: Selama Ini Kami Cenderung Tak Ingin Bebani Rakyat...

Soal Pajak Sembako, BKF: Selama Ini Kami Cenderung Tak Ingin Bebani Rakyat...

Whats New
Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Erick Thohir: Tak Sampai 50 Persen BUMN yang Siap Kompetisi dengan Swasta dan Asing

Whats New
PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

PNM Jadi Lembaga Penyalur Pembiayaan Usaha Mikro Terbesar di Dunia

Rilis
Pemerintah Larang ASN ke Luar Daerah pada Hari Libur Nasional

Pemerintah Larang ASN ke Luar Daerah pada Hari Libur Nasional

Whats New
8 Perusahaan Bakal IPO Bulan Depan, Satu Diantaranya E-commerce

8 Perusahaan Bakal IPO Bulan Depan, Satu Diantaranya E-commerce

Whats New
Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

Peringati Hari Krida Pertanian Ke-49, Mentan SYL: Petani Itu Keren, Bertani Itu Hebat

Rilis
Kemenkes dan Badan POM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Kemenkes dan Badan POM Ajak Masyarakat Konsumsi Obat Herbal Lokal

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Siap-siap Fresh Graduate Hadapi Dunia Kerja

[KURASI KOMPASIANA] Siap-siap Fresh Graduate Hadapi Dunia Kerja

Rilis
BI Beberkan Strategi Pengembangan Pasar Uang Hingga 2025

BI Beberkan Strategi Pengembangan Pasar Uang Hingga 2025

Whats New
India Batalkan Bea Masuk Anti-Dumping Produk Benang Sintetis RI

India Batalkan Bea Masuk Anti-Dumping Produk Benang Sintetis RI

Rilis
Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Kasus Covid-19 Melonjak, Kalbe Farma Catat Jumlah Sampel Tes Naik 4 Kali Lipat

Whats New
Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Atasi Kesenjangan Pendidikan dengan Dunia Kerja, Polteknaker Diminta Lakukan “Link and Match”

Rilis
Sudah Sampai Mana Proses Pembuatan Mata Uang Digital? Ini Kata BI

Sudah Sampai Mana Proses Pembuatan Mata Uang Digital? Ini Kata BI

Whats New
Karyawan Baru Belum Punya NPWP Harus Bagaimana?

Karyawan Baru Belum Punya NPWP Harus Bagaimana?

Whats New
Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Kenaikan Harga Batu Bara Diproyeksi Tidak Akan Bertahan Lama

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X