Menkop UKM: Dalam Beberapa Krisis Terakhir, UMKM Hadir Sebagai Pahlawan Ekonomi...

Kompas.com - 18/09/2020, 13:21 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual,  Senin (17/8/2020). DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual, Senin (17/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) selalu mampu hadir menjadi pahlawan ekonomi dalam berbagai krisis di Indonesia.

Teten berujar, UMKM yang sejatinya mengisi 99 persen populasi pelaku usaha di Indonesia dan menyerap 97 persen tenaga kerja, mampu mencegah Indonesia jatuh ke jurang krisis ekonomi berkepanjangan.

"Meski pada pandemi ini UMKM terkendala kegiatan usahanya, UMKM tetap memiliki potensi besar dalam memastikan pemulihan ekonomi nasional terakselerasi," kata Teten dalam opening ceremony IFRA 2020 secara virtual, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Dekatkan UMKM ke Investor, Kemenkop UKM Jalin Kerja Sama dengan BKPM

Cara-cara itu membuat kegiatan usaha UMKM tetap berjalan dan tidak berhenti meski pandemi Covid-19. Sementara agar dapat bersaing secara nasional dan global, UMKM bisa mengadopsi sistem waralaba.

Sebab kata Teten, sistem waralaba mampu memberdayakan UMKM lain di sekitarnya. Pelaku usaha UMKM mampu menjadi offtaker yang menyerap produk pelaku usaha, produsen, atau perajin lainnya.

"Sehingga UMKM kita hadir dalam rantai pasok, berdaya saing dalam level nasional dan global. Bagi para calon wirausaha baru yang membeli waralaba dan lisensi pun merupakan salah satu alternatif konsep bisnis yang inovatif dan mudah diadopsi," sebut Teten.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, UMKM perlu menjalin kerja sama dengan para pelaku usaha platform digital.

Selain bisa meningkatkan pendapatan, kerja sama dianggap mampu meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan.

Platform digital itu bisa berupa aplikasi belanja online (e-commerce), aplikasi pesan antar makanan, virtual markey, atau digital marketing untuk pemasarannya.

"Pelaku usaha waralaba sudah waktunya terintegrasi dengan ekosistem digital atau mengadopsi platform digital untuk dapat membantu dan memudahkan franchise dalam memulai usaha, dan konsumen dalam memnuhi kebutuhannya," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X