Diblokir di AS, TikTok Gugat Trump

Kompas.com - 20/09/2020, 10:56 WIB
Ilustrasi TikTok di tengah perseteruan Amerika Serikat yang dipimpin Donald Trump dengan China yang dikomandoi Xi Jinping. BBC INDONESIAIlustrasi TikTok di tengah perseteruan Amerika Serikat yang dipimpin Donald Trump dengan China yang dikomandoi Xi Jinping.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Aplikasi media sosial asal China, TikTok, mengajukan gugatan kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS) di pengadilan federal AS.

Gugatan tersebut disampaikan setelah Presiden Donald Trump memutuskan untuk memblokir TikTok.

TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance mengajukan gugatan di pengadilan federal AS, yang meminta hakim untuk membatalkan kebijakan Donald Trump tersebut.

Baca juga: Tawaran Microsoft Ditolak, Operasi TikTok di AS Jatuh ke Tangan Oracle?

Menurut manajemen TikTok, Trump telah melewati batas kewenangan yang dimiliki. Pasalnya, langkah orang nomor satu AS dinilai melanggar Amandemen Pertama terkait hak kebebasan berbicara.

"Tindakan Trump akan menghancurkan komunitas pengguna TikTok, di mana sudah menjadi tempat jutaan orang Amerika berkumpul untuk mengekspresikan diri. Departemen Perdagangan AS telah mengabaikan bukti yang menunjukkan komitmen kami terhadap privasi dan keamanan para pengguna di Amerika,” tulis manajemen TikTok, dikutip dari Bloomberg, Minggu (20/9/2020).

Pada 6 Agustus lalu, Trump menyatakan, pihaknya siap memblokir TikTok dalam kurun waktu 45 hari, karena dianggap mengganggu keamanan negara.

Hal tersebut pun langsung direspon TikTok dengan mengajukan banding atas pernyataan Trump.

Baca juga: Pasang Iklan di Tiktok, Facebook dan Twitter Kena Pajak 10 Persen

Namun, Departemen Perdagangan AS pada Jumat (18/9/2020) lalu mengumumkan, apabila aplikasi media sosial asal Negeri Tirai Bambu itu tidak bisa memenuhi permintaan Donald Trump, maka terhitung 12 November TikTok akan diblokir di Negeri Paman Sam.

"Perusahaan telah menawarkan alternatif dari larangan presiden untuk mengatasi kekhawatiran keamanan data pengguna, tetapi pada hari Jumat Departemen Perdagangan mengumumkan kebijakan yang menghancurkan TikTok di Amerika," ujar TikTok.

Halaman:


Sumber Bloomberg
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X