FinCEN Files Catut Nama Bank-Bank BUMN, Ini Respons Himbara

Kompas.com - 22/09/2020, 19:18 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Bank-bank Milik Negara ( Himbara) buka suara terkait bocornya dokumen intelijen AS, Financial Crimes Enforcement Network ( FinCEN), yang kemudian disebut " FinCEN Files" ke publik.

Pasalnya, dokumen yang memuat transaksi janggal bank-bank dunia itu mencantumkan nama-nama bank di Indonesia, termasuk beberapa nama Bank Himbara.

Ketua Himbara sekaligus Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso mengatakan, perbankan telah memiliki aturan untuk menyampaikan transaksi keuangan yang mencurigakan (suspicious transaction).

Pelaporan itu bersifat wajib, sesuai yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (UU APU PPT).

Baca juga: Masuk ke Dalam Daftar FinCEN, Ini Respons Sejumlah Bank di Tanah Air

"Penyedia jasa keuangan wajib menyampaikan laporan transaksi keuangan wajib menyampaikan laporan transaksi keuangan yang memenuhi kriteria tertentu, termasuk transaksi keuangan mencurigakan kepada PPATK," kata Sunarso dalam siaran pers, Selasa (22/9/2020).

Sunarso menyebut, UU tersebut juga melarang pihak perbankan, seperti direksi, komisaris, pengurus, atau pegawai pihak pelapor untuk memberitahukan laporannya kepada pihak lain.

Dari penyusunan hingga penyampaian, laporan bersifat rahasia sehingga pemberitahuan dengan cara apapun, baik langsung maupun tidak langsung, tidak diperkenankan.

Selanjutnya, Himbara berkomitmen untuk memenuhi kewajiban pelaporan yang dimaksud kepada PPATK sesuai ketentuan yang berlaku. Pihaknya juga memastikan, seluruh transaksi perbankan mengikuti ketentuan otoritas.

"Mengikuti ketentuan otoritas, baik Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan PPATK, serta selaras dengan international best practices dan Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, bocoran FinCEN Files menyebut terdapat dana aliran janggal baik keluar ataupun masuk ke Indonesia melalui bank-bank besar senilai 504,65 juta dollar AS atau sekitar Rp 7,46 triliun.

Baca juga: PPATK: Ada Tidaknya FinCEN Files, Kami Selalu Tingkatkan Kepatuhan Bank

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X