Yusuf Mansur Ramal Sektor Infrastruktur Bakal Cuan di Awal Tahun, Ini Kata Analis

Kompas.com - 07/01/2021, 17:23 WIB
Yusuf Mansur saat berkunjung ke PT Inalum di Asahan Sumatera Utara, Minggu (11/12/2017) KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOYusuf Mansur saat berkunjung ke PT Inalum di Asahan Sumatera Utara, Minggu (11/12/2017)

Kemudian, Jasa Marga (JSMR) menguat 1,15 persen di level 4.400.

Sementara itu, Waskita Karya (WSKT) naik 0,6 persen di level 1.670, dan Adhi Karya (ADHI) masih mengalami suspensi.

Kepala Makroekonomi dan Direktur Strategi Investasi Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat mengatakan sektor infrastruktur di tahun ini mendapat benefit dari program SWF.

Baca juga: Menteri BUMN Erick Thohir Minta Kepala Daerah Perhatikan Suhu Penyimpanan Vaksin Covid-19

Tahun lalu, relokasi anggaran untuk sektor infrastruktur terhambat lantaran pandemi Covid-19.

Di tahun ini, pemerintah memacu pengerjaan infrastruktur dengan inisiatif menggunakan dana investor luar yang cukup besar melalui SWF.

“Kalau cerita infra itu, cerita perbaikan kondsi keuangan dan dukungan dana yang lebih besar dari negara-negara yang joining Indonesia SWF. Jadi, yang namanya infra itu katalisnya SWF,” jelas Budi kepada Kompas.com.

Menurut Direktur Utama PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee, program SWF merupakan pemecahan masalah sektor infrastruktur yang sebelumnya mengalami kendala pada modal.

Dia mengatakan, ada kendala antara si pemberi dana dan si pengguna dana, lantaran sektor konstruksi yang bentuk permodalannya jangka panjang.

Baca juga: Erick Thohir Minta Direksi BUMN Mau Jadi Mentor Bagi Generasi Muda

“SWF itu sentimen positif, artinya selama ini masalah yang dihadapi oleh infra dan konstruksi adalah pendanaan. Infra itu kan jangka waktu (pinjaman dana) 5 tahun hingga 25 tahun. Datangnya SWF ini bagus karena akan memberikan pendanaan dinama sumber pendanaannya jangka panjang digunakan untuk projek jangka panjang,” jelas Hans.

Hans menambahkan, tahun ini ada potensi kenaikan saham infrastruktur lantaran akses modal tersebut, setelah di tahun 2020 mengalami tekanan pasca bugeting infrastruktur dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

“Tahun lalu, saham konstruksi itu tidak naik karena tidak ada pendanaan. Tahun ini vaksin sudah ketemu dan ekonomi akan pulih, pemerintah juga berusaha mendorong ekonomi keluar dari masalah krisis, salah satunya dengan belanja infrastruktur yang lebh banyak,” tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Pasar: Kami Belum Dapati Migor Curah Melimpah, HET Juga Belum Turun...

Pedagang Pasar: Kami Belum Dapati Migor Curah Melimpah, HET Juga Belum Turun...

Whats New
Asabri Link Perluas 1.000 Titik Layanan di Seluruh Indonesia

Asabri Link Perluas 1.000 Titik Layanan di Seluruh Indonesia

Rilis
Harga Emas Dunia Melonjak, Dipicu Pelemahan Dollar AS

Harga Emas Dunia Melonjak, Dipicu Pelemahan Dollar AS

Whats New
Distributor Motor Saratoga (MPMX) Bakal Bagikan Dividen Rp 800 Miliar

Distributor Motor Saratoga (MPMX) Bakal Bagikan Dividen Rp 800 Miliar

Rilis
Cek Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Cek Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
BSI Gandeng Anak Usaha Jasa Marga untuk Kembangkan Bisnis di Ruas Jalan Tol

BSI Gandeng Anak Usaha Jasa Marga untuk Kembangkan Bisnis di Ruas Jalan Tol

Rilis
Bank BNI Resmi Caplok Bank Mayora

Bank BNI Resmi Caplok Bank Mayora

Whats New
Cerita Perajin Batik Madura Tanjungbumi: Sebulan Bisa Laku Lebih dari 100 Lembar Usai Gabung Marketplace Bakaoo.id

Cerita Perajin Batik Madura Tanjungbumi: Sebulan Bisa Laku Lebih dari 100 Lembar Usai Gabung Marketplace Bakaoo.id

Rilis
Tips dan Rahasia Sukses Berbisnis via Aplikasi Digital Ibu Titin, hingga Berhasil Membesarkan 3 Anaknya walau Hanya Orangtua Tunggal

Tips dan Rahasia Sukses Berbisnis via Aplikasi Digital Ibu Titin, hingga Berhasil Membesarkan 3 Anaknya walau Hanya Orangtua Tunggal

Whats New
Gagal Bayar Utang, Gubernur Bank Sentral Sri Lanka: Sampai Ada Restrukturisasi, Kami Tidak Bisa Membayar

Gagal Bayar Utang, Gubernur Bank Sentral Sri Lanka: Sampai Ada Restrukturisasi, Kami Tidak Bisa Membayar

Whats New
Dilema Sri Mulyani, Pilih Tambah Anggaran Subsidi atau Buat Pertamina-PLN Berdarah-darah

Dilema Sri Mulyani, Pilih Tambah Anggaran Subsidi atau Buat Pertamina-PLN Berdarah-darah

Whats New
Rupiah dan IHSG Melaju di Zona Hijau Pagi Ini

Rupiah dan IHSG Melaju di Zona Hijau Pagi Ini

Whats New
Makin Berkilau, Harga Emas Antam Melonjak Rp 12.000 Jadi Rp 985.000 Per Gram Hari Ini

Makin Berkilau, Harga Emas Antam Melonjak Rp 12.000 Jadi Rp 985.000 Per Gram Hari Ini

Spend Smart
Krakatau Steel Tambah Modal di Krakatau Posco, Erick Thohir: Perkuat Industri Baja Nasional

Krakatau Steel Tambah Modal di Krakatau Posco, Erick Thohir: Perkuat Industri Baja Nasional

Whats New
Bangun Kafe di Atas Laut, Ekonomi Desa Semare di Pesisir Pasuruan Pun Terangkat

Bangun Kafe di Atas Laut, Ekonomi Desa Semare di Pesisir Pasuruan Pun Terangkat

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.