Serikat Pekerja Kereta Api Tolak Rencana MRT Caplok Saham KCI

Kompas.com - 12/01/2021, 18:40 WIB
Rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) saat uji coba dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI di Jakarta, Senin (18/2/2019). Kereta MRT atau Ratangga akan dibuka untuk komersil antara tanggal 24 - 31 Maret 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGRangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) saat uji coba dari Stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI di Jakarta, Senin (18/2/2019). Kereta MRT atau Ratangga akan dibuka untuk komersil antara tanggal 24 - 31 Maret 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) menolak aksi korporasi PT MRT Jakarta yang akan mengakuisisi 51 persen saham PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

“Integrasi yes, akuisisi no,” tulis SPKA dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1/2021).

Rencana akuisisi tersebut dinilai SPKA berpotensi merusak sistem transportasi perkeretaapian yang sudah mapan baik terintegrasi dalam satu kesatuan sistem.

Menurut mereka, integrasi perkeretaapian dapat dilakukan tanpa perlu adanya proses akuisisi.

“Menjadikan terpecah berpetak-petak hanya karena alasan kewenangan,” tulis SPKA.

Baca juga: Pengunjung Restoran Kian Dibatasi Selama PPKM, Begini Keluh Kesah Pengusaha

Oleh karenanya, SPKA merekomendasikan kepada pihak-pihak terkait dan manajemen KAI untuk menolak aksi korporasi MRT Jakarta yang merupakan BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Sangat ironis sekali jika dari akuisisi saham ini, BUMD mendapat porsi yang lebih besar ketimbang BUMN. Idealnya BUMN mendapat porsi saham mayoritas daripada BUMD. Karena BUMN lebih elastis dalam pengembangannya bisnis secara nasional,” tutur SPKA.

Selain itu, SPKA juga menyayangkan, apabila saham mayoritas KCI dipegang oleh perusahaan seusia MRT.

“KAI lebih berpengalaman dalam pengelolaan moda transportasi berbasis rel dan memiliki lintas operasional yang lebih panjang dan komplek,” tulis SPKA.

Baca juga: 3 Instruksi Jokowi ke Menhub soal Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Sebelumnya diberitakan, MRT Jakarta akan mengakuisisi 51 persen kepemilikan saham KAI di KCI.

Sementara KAI nantinya hanya memiliki porsi saham sebesar 49 persen.

"Sehingga MRT akan mendapat kepemilikan 51 persen pada KCI dan sisanya 49 persen akan dimiliki oleh PT KAI," ucap Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam Forum Diskusi Virtual, Kamis (10/12/2020).

Pemprov DKI Jakarta sendiri menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp 1,7 triliun. Namun William belum bisa memastikan nilai dari keseluruhan saham.

Baca juga: Sandiaga Uno Temui Sri Mulyani, Ini yang Dibahas



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X