Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Kompas.com - 23/01/2021, 11:28 WIB
Sandiaga Uno tentang revitalisasi toilet di tempat wisata Dok. KemenparekrafSandiaga Uno tentang revitalisasi toilet di tempat wisata

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menantang para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif di Batam untuk unjuk gigi demi bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini ingin pelaku Parekraf di Batam bahu membahu mewujudkan hal tersebut.

“Di Batam saya berdiskusi dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terutama dengan kalangan UMKM dan keluhan yang dirasakan adalah menurunnya secara drastis penjualan dari produk-produk ekonomi kreatif dan produk-produk wisata dikarenakan ditutupnya perbatasan kita dan tidak adanya wisatawan dari Singapura maupun Malaysia,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/11/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno Temui Sri Mulyani, Ini yang Dibahas

Pria yang akrab disapa Sandi ini menambahkan, pendapatan para pelaku usaha Parekraf di Batam anjlok akibat tidak adanya wisatawan yang masuk ke wilayah ini.

Sebab, akses perbatasan masuknya warga negara asing (WNA) masih ditutup oleh pemerintah.

“Nah ini perlu kita sikapi karena pembatasan sosial berskala bersar atau PPKM dan ditutupnya perbatasan merupakan tindakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena itu saya memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dengan menggunakan akselerasi dan digitalisasi,” kata dia.

Sandi meminta para pelaku usaha Parekraf tidak hanya berdiam diri menghadapi situasi ini.

Menurut dia, para pelaku usaha perlu untuk membuat ide yang bagus meski pandemi masih berlangsung.

Baca juga: Cerita Susi Pudjiastuti Blokir Twitter Sandiaga Uno

“Lalu beradaptasi di tengah-tengah pandemi  dan melambatnya ekonomi, mereka harus  mampu untuk mencari produk-produk yang bisa dijual kepada wisatawan domestik, dan produk-produk yang sekarang diminati seperti sport tourism seperti wisata berbasis alam terbuka, wisata yang berbasis edukasi, wisata yang berbasis kekayaan budaya kita,” kata Sandi.

Sandi mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor Parekraf di Batam untuk bergandengan tangan agar mampu keluar dari keterpurukan ekonomi.

“Saya ingin mengajak kepada UMKM ini justru saling membantu, saling mensupport karena  kadang-kadang kita asyik berkompetisi, kita lupa berkolaborasi. Dengan berkolaborasi, pasar domestik yang selama ini di dominasi oleh produk-produk asing bisa semakin di dominasi produk-produk karya anak-anak bangsa UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif,” ucap dia.

Untuk mendongkrak pendapatan para pelaku usaha, Sandi memili ide seperti travel bubble.

Baca juga: Pesan Luhut ke Sandiaga: Perbaiki Kualitas WC hingga Batasi Hotel Baru

Namun, ia masih akan membahasnya dengan kementerian terkait.

Travel bubble merupakan kesepakatan dengan negara lain untuk membuka akses lalu lintas orang.

Seperti diketahui, selama ini Kota Batam dan Pulau Bintan menjadi destinasi wisata warga Singapura karena letaknya berdekatan.

“Saya sudah berjanji akan kita mencoba memfasilitasinya dengan ibu Menlu, pak menteri hukum dan HAM dan pak Menkes. Tapi mohon bersabar,” tutur Sandi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X