Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Kompas.com - 12/05/2021, 20:09 WIB
Salah satu Kantor Cabang BNI KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoSalah satu Kantor Cabang BNI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berencana melakukan penyesuaian outlet sebagai bagian dari peralihan layanan di kantor cabang menjadi digital.

Manajemen belum lama ini mengungkap, ada 96 kantor cabang yang dilakukan penyesuaian. Hal ini dilakukan dengan menutup atau merelokasi outlet/kantor cabang, termasuk mengkonversi layanan konvensional menjadi syariah seperti yang terjadi di Aceh.

Corporate Secretary BNI, Mucharom mengatakan, penutupan outlet merupakan hal yang biasa bagi perbankan. Kendati demikian, dia memastikan tidak ada PHK karyawan, apalagi secara besar-besaran.

Baca juga: Jadwal Operasional dan Tutup Bank: BNI, BRI, BTN, Mandiri

"Sebenarnya itu business as usual. Penutupan tersebut ada yang karena konversi ke syariah, karena alasan bisnis, atau lokasi berdekatan sehingga bisa dicover dengan outlet lain. Terkait dengan karyawan, kami pastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja, ya," kata Mucharom kepada Kompas.com, Rabu (12/5/2021).

Karena tidak ada PHK, maka karyawan yang terdampak penutupan outlet akan dipindahtugaskan ke outlet lain. Karyawan tersebut pun akan dialihfungsikan sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan perseroan.

"Bagi karyawan yang kebetulan outletnya ditutup, akan dipindahtugaskan ke outlet terdekat atau dialihfungsikan (switching). Kalau penutupan administrasi karena implementasi Qanun, maka pada dasarnya orangnya tidak kemana-mana. Jadi clear, sama sekali tidak ada PHK," ungkap Mucharom.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Mucharom menyebut, layanan digital perseroan sudah semakin solid. Artinya, penutupan outlet tidak akan mengurangi layanan BNI bagi nasabah eksisting maupun masyarakat secara umum. Tercatat jumlah outlet BNI per Maret 2021 mencapai 2.233 outlet.

Kebutuhan nasabah perseroan juga tetap dapat dilayani dengan aplikasi BNI Direct (BNI Internet Banking), BNI Mobile Banking, mesin BNI Sonic, ATM maupun CRM BNI.

"Adapun optimalisasi jaringan kantor dan shifting layanan ke digital dapat menciptakan efisiensi dari sisi biaya," pungkas dia.

Sebelumnya, rencana penutupan outlet diungkapkan oleh Direktur Layanan dan Jaringan BNI, Ronny Venir. Ronny menjelaskan, penutupan outlet dilakukan karena transaksi perbankan sudah berubah/shifting ke layanan digital.

Perubahan pola transaksi masyarakat terlihat dari makin sedikitnya nasabah yang mengunjungi kantor cabang. Dia mengklaim, hampir 80 persen dari volume transaksi nasabah BNI dilakukan secara digital melalui infrastruktur yang disiapkan perseroan.

Baca juga: Tahun Ini, BNI Berencana Tutup 96 Kantor Cabang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X