KILAS

WFH Dirasa Penuh Tantangan oleh Sejumlah Karyawan, Ini Tanggapan Psikolog

Kompas.com - 30/07/2021, 20:26 WIB
Internal Network Staff Sinar Mas dan Sinar Mas Land Nova Nurli Indra (kanan atas), Marketing Public Relation Specialist PT Smartfren Telecom Maria Claudine (kiri atas), Team Assistant East Ventures (EV) Growth Dwita Anggiaria (kanan bawah), dan Marketing Manager PT Borneo Indobara, Nattasya Azimada (kiri bawah). DOK. Humas Sinar MasInternal Network Staff Sinar Mas dan Sinar Mas Land Nova Nurli Indra (kanan atas), Marketing Public Relation Specialist PT Smartfren Telecom Maria Claudine (kiri atas), Team Assistant East Ventures (EV) Growth Dwita Anggiaria (kanan bawah), dan Marketing Manager PT Borneo Indobara, Nattasya Azimada (kiri bawah).

“Kalau di kantor, dengan beban kerja yang sama, tidak ada perasaan seperti tengah diamati. Sementara jika di rumah, seperti selalu dipantengin,” bebernya.

Perihal berbusana selama WFH, Nova mengaku tetap berbusana rapi seperti saat bekerja di kantor.

“Pakaian kami tetap harus rapi. Tetap harus dandan, lah. Karena memang setiap hari atasan kami akan mengabsen anak-anaknya,” katanya.

Sementara itu, Marketing Public Relation Specialist PT Smartfren Telecom Maria Claudine yang akrab disapa Ao mengaku sudah bisa menyiasati penampilannya saat WFH.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Pasien Covid-19, Sinar Mas Kirim Bantuan Oksigen Cair ke Sumsel dan Jabar

“Tadinya Zoom call dengan rapi, memakai lipstik, (tetapi) lama-lama ada kalanya kami tak lagi memakainya (lipstik), tapi video kami matikan,” tutur Ao.

Ia menceritakan bahwa vicon dalam divisi pekerjaannya bisa berlangsung lama, mulai dari 09.30 sampai 13.00.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Setelah itu (vicon) bisa selonjoran, memejamkan mata sebentar. Walaupun ada saja telepon yang masuk, diikuti keharusan mengakses laptop,” ujar Ao.

Menurutnya, mengandalkan perangkat virtual memang menuntaskan permasalahan kehadiran. Namun, dalam dinamika kerja, hal ini membuat karyawan harus sering rapat.

“Tidak bisa langsung brek, diselesaikan sekalian seperti saat hadir di kantor,” keluhnya.

Baca juga: Sinar Mas Donasikan Lebih dari 1.200 Ton Oksigen Tiap Bulannya

Adapun melibatkan peserta yang terlalu besar dalam sebuah rapat virtual, menurut Ao, merupakan hal yang tidak efektif.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.