KILAS

Upaya ANJ Lindungi Keanekaragaman Hayati Indonesia

Kompas.com - 19/08/2021, 10:00 WIB
Terdapat cukup banyak populasi orangutan di sejumlah wilayah konservasi dan koridor satwa milik ANJ. Salah satunya adalah koridor satwa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Koridor satwa ini menghubngkan Hutan Desa Manjau dan Hutan Tanjung Sekuting (area konservasi ANJ). DOK. Instagram.com/anjgroup.idTerdapat cukup banyak populasi orangutan di sejumlah wilayah konservasi dan koridor satwa milik ANJ. Salah satunya adalah koridor satwa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Koridor satwa ini menghubngkan Hutan Desa Manjau dan Hutan Tanjung Sekuting (area konservasi ANJ).

KOMPAS.com – Di areal tidak jauh dari Hutan Desa Manjau, Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), terdapat sebuah lahan nilai konservasi tinggi (NKT) milik PT Kayung Agro Lestari (KAL) seluas 657,22 hektar (ha).

Sebagai anak perusahaan PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ), KAL membangun jalur penghubung berupa koridor satwa seluas 7,59 ha.

Kepala Konservasi ANJ Nardiyono menjelaskan, pembangunan koridor tersebut dilakukan untuk melindungi satwa endemik, salah satunya orangutan, agar bisa berpindah tempat dan mencari makan dari hutan desa ke lahan konservasi, begitu pula sebaliknya.

“Kami sebelumnya survei dulu Hutan Desa Manjau. Ada tidak ketersediaan pohon pakan liar. Hasilnya cukup baik, karena kami temukan lumayan banyak populasi orangutan, sehingga dari manajemen kita mengalokasikan area yang sudah ditanam sawit seluas 25 meter x 1,8 kilometer untuk dijadikan koridor satwa,” jelas Nardi dalam wawancara bersama Kompas.com melalui Zoom Meeting, Selasa (3/4/2021).

Baca juga: Dukung Pengembangan SDM, ANJ Jalankan Program PAUD dan TK di Papua Barat

Pengelolaan koridor tersebut, lanjut dia, tidak bisa dilakukan sendirian. Untuk itu, KAL menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan komunitas setempat, salah satunya Lembaga Pengelola Hutan Desa Manjau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di area ini sekarang sudah menjadi hutan lebat dan sudah pernah dilewati orangutan. Tidak begitu yakin orangutan ini berasal dari area konservasi (Hutan Tanjung Sekuting) atau Hutan Desa Manjau, tapi memang ada sejumlah orangutan yang membuat sarang di sini,” ujarnya.

Bahkan, terang dia, konservasi di Ketapang tersebut terbukti membuahkan hasil. Hal ini didasarkan pada studi salah satu LSM dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) pada 2015 dan 2019.

“Dari tahun 2015 itu ada sekitar 150 orangutan di area konservasi ANJ. Pada 2019, diteliti kembali, sudah ada 200 individu. Ini yang melakukan lembaga yang sama,” terang dia.

Serupa dengan yang ada di Ketapang, ANJ ternyata juga memiliki koridor satwa seluas 1,4 ha yang menghubungan area konservasi perusahaan dengan Hutan Lindung Angkola Selatan di Tapanuli Selatan.

Baca juga: Kebijakan Keberlanjutan ANJ: ”Road to Net Zero”

Untuk diketahui, ANJ menyediakan koridor satwa pada setiap area konsensi atau konservasi, baik koridor alami maupun buatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.