Tambah Modal Inti, Bank Victoria Bakal Rights Issue dan Divestasi Anak Perusahaan

Kompas.com - 10/09/2021, 12:39 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Victoria International Tbk berencana untuk menambah modal inti perseroan, dalam rangka memenuhi ketentuan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mewajibkan bank umum untuk menaikan modal inti minimum secara bertahap, menjadi Rp 3 triliun pada 2022.

Direktur Utama Bank Victoria Ahmad Fajar mengatakan, sampai dengan saat ini modal inti perseroan berada pada posisi Rp 1,8 triliun.

Dengan demikian, bank dengan kode emiten BVIC itu masih perlu melakukan penambahan sebesar Rp 200 miliar untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum pada akhir tahun 2021, yakni sebesar Rp 2 triliun.

Baca juga: Ini Strategi BSI Maksimalkan Potensi Bisnis pada Sektor Bank Digital

"Sesuai dengan peraturan OJK, dimana akhir tahun ini kita harus penuhi modal inti minimal sebesar Rp 2 triliun, modal inti kami angkanya Rp 1,8 triliun, jadi tinggal Rp 200 miliar lagi kita lengkapi," katanya dalam public expose secara virtual, Jumat (10/9/2021).

Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Fajar menyebutkan, perseroan berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dan juga divestasi anak perusahaan, PT Bank Victoria Syariah.

"(Pemenuhan modal inti) bisa kita lakukan melalui PMHMETD atau melalui rights issue. Atau juga jika sudah selesai, kami melakukan penambahan itu otomatis dengan divestasi anak perusahaan kami," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun proses divestasi Bank Victoria Syariah saat ini telah memasuki proses due dilligence. Namun demikian, Fajar masih belum bisa membeberkan nama investor yang membeli saham anak perusahaan perseroannya.

Baca juga: Apa Itu Rights Issue Saham? Kenali Untung Ruginya Bagi Investor

Bank Victoria pun disebut akan terus mengembangkan modal intinya, agar dapat memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp 3 triliun pada akhir 2022. Secara organik, penambahan modal inti akan diterima dari laba bersih perseroan yang dicapai pada 2021.

Selain itu, Bank Victoria juga berencana kembali melakukan rights issue untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum itu.

"Tidak menutup kemungkinan nanti di tengah-tengah tahun atau di tahun depan ada partner lagi yang masuk. Namun demikian itu masih dalam penjajakan," ucap Fajar.

Baca juga: Perkuat Modal Inti, BTN Bakal Gelar Rights Issue

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.