Kompas.com - 28/09/2021, 14:56 WIB
Ilustrasi saham.  Apa itu right issue saham? Right issue adalah juga dikenal dengan HMETD. Simak pengertian right issue atau arti right issue. PEXELS/BURAK KIlustrasi saham. Apa itu right issue saham? Right issue adalah juga dikenal dengan HMETD. Simak pengertian right issue atau arti right issue.
Penulis Mutia Fauzia
|

Selain itu, lewat buyback, harga saham juga menjadi lebih menarik bagi investor. Earning per share (EPS) rasio laba perusahaan terhadap setiap lembar saham yang beredar otomatis bakal meningkat.

Untuk diketahui, ada dua cara emiten melakukan buyback, yaitu tender offer dan pembelian langsung lewat pasar terbuka.

Baca juga: Etos Kerja: Pengertian, Ciri-ciri, dan Cara Menumbuhkannya

Lewat tender offer, artinya perusahaan menawarkan pembelian saham kepada pemegang saham di harga tertentu. Hal yang menarik dari tender offer adalah harga yang ditawarkan biasanya lebih tinggi dibanding harga di pasar.

Sementara, bila buyback dengan membeli saham kembali melalui pasar terbuka, perusahaan membeli langsung di pasar terbuka dengan harga pasar. Pembelian ini dilakukan selama periode tertentu, maksimal 20 persen dari modal disetor.

Setelah periode buyback, perusahaan bisa menjual kembali saham hasil buyback. Dengan penjualan ini, perusahaan akan mendapatkan cash dari serapan saham yang dijual.

Dampak Buyback Saham Bagi Investor

Lalu, apa dampak buyback saham bagi investor? Kompas.com sebelumnya sempat memberitakan, saham yang dibeli kembali oleh emiten penerbitnya akan lebih likuid transaksinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, transaksi jual beli menjadi lebih mudah dengan rata-rata transaksi harian akan meningkat.

Dengan buyback saham, nilai saham yang diberi oleh investor pun juga akan meningkat.

Meski, dari sisi harga jual kembali saham ke pasar bursa biasa cenderung agak naik di level tertentu.

Namun, penetapan harga jual saham tersebut menurut Dennies, sesuai kebijakan buyback para emiten.

Adapun rentang waktu aksi beli kembali saham oleh para emiten ini antara 6 bulan hingga 1 tahun. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email

"Beda-beda, tergantung kebijakan manajemen. Ada yang enam bulan ada yang satu tahun," sebutnya.

Baca juga: Salah Satu Jenis Strategi Investasi, Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.