India hingga Eropa, Ini Daftar Negara yang Dilanda Krisis Energi

Kompas.com - 13/10/2021, 17:09 WIB
Krisis energi di China membuat seorang perempuan yang berbelanja di minimarket, hanya diterangi sebuah bohlam yang memakai aliran listrik dari generator. Foto diambil di Shenyang, provinsi Liaoning, China, pada Rabu (29/9/2021). AP PHOTO/OLIVIA ZHANGKrisis energi di China membuat seorang perempuan yang berbelanja di minimarket, hanya diterangi sebuah bohlam yang memakai aliran listrik dari generator. Foto diambil di Shenyang, provinsi Liaoning, China, pada Rabu (29/9/2021).
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Krisis energi sedang melanda berbagai negara di dunia. Salah satu faktornya yakni pemulihan ekonomi yang terjadi namun tak dibarengi dengan ketersediaan pasokan yang memadai.

Krisis energi yang di alami oleh negara-negara di dunia pun menyebabkan krisis listrik akibat permasalahan sistem rantai pasok global.

Kompas.com sebelumnya sempat memberitakan, akibat krisis energi ini, harga minyak mentah dunia pun terus melonjak.

Harga minyak mentah global acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), bahkan telah menembus level 80 dollar AS per barrel. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, harga minyak mentah WTI telah menguat hampir 100 persen.

Dilansir dari CNN, pada penutupan sesi perdagangan Senin (11/10/2021), harga minyak mentah acuan WTI menguat 1,5 persen, ke level 80,52 dollar AS per barrel. Ini menjadi kali pertama harga minyak mentah WTI berada di atas 80 dollar AS per barrel sejak 31 Oktober 2014.

Penguatan tersebut membuat warga AS memborong bensin untuk stok bahan bakar kendaraannya. Akibatnya, harga bensi pun turut menguat.

Baca juga: Krisis Energi Kian Buruk, Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Berdasarkan data American Automobile Association (AAA), rata-rata harga bensin di AS naik 7 sen pada Senin kemarin, menjadi 3,27 dollar AS per galon. Harga tersebut masih berpotensi mengalami kenaikan. Sebab, krisis energi yang terjadi di berbagai negara masih akan berlanjut.

Berikut adalah daftar negara yang dilanda krisis energi seperti dirangkum Kompas.com dari beberapa sumber:

Inggris

Diberitakan CNN, krisis energi yang melanda Inggris sampai pada titik di mana banyak pabrik harus menutup operasionalnya.

Perusahaan Inggris yang memproduksi baja, kertas, kaca, semen, keramik, hingga produk kimia mengatakan, mereka terpaksa harus menutup pabrik atau menaikkan harga pasaran produk mereka bila pemerintah tak memberikan keringanan seiring dengan kenaikan harga energi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.