KILAS

Lewat Program Pendampingan, Kemendag Perluas Ekspor Furnitur Jateng sampai ke UEA

Kompas.com - 14/10/2021, 20:46 WIB
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui program pendampingan ekspor atau export coaching program (ECP) 2021 berhasil melakukan perluasan pasar ekspor produk furnitur asal Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ke Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (13/10/2021).
DOK. Humas KemendagKementerian Perdagangan (Kemendag) melalui program pendampingan ekspor atau export coaching program (ECP) 2021 berhasil melakukan perluasan pasar ekspor produk furnitur asal Semarang, Jawa Tengah (Jateng) ke Uni Emirat Arab (UEA), Rabu (13/10/2021).

Sebelum mengikuti pelatihan ECP, Christianto selama ini merasa kesulitan dalam memasarkan produknya.

Terlebih, kenaikan biaya kontainer dan mahalnya logistik cukup memberi dampak pada daya saing produk ekspornya.

Christianto mengaku, pengiriman produknya harus menunggu empat hingga enam minggu. Ini karena kenaikan biaya logistik juga memberikan importir kecenderungan untuk mendatangkan barang dari negara-negara yang dekat.

Baca juga: Arti Impor dan Importir dalam Perdagangan Luar Negeri

Ia mencontohkan, misalnya pembeli Eropa cenderung mendatangkan barang dari Eropa Timur dan pembeli Amerika Serikat (AS) mendatangkan barang dari Meksiko yang lebih murah.

“Belum lagi lonjakan harga barang-barang pendukung yang harus diimpor semakin memberatkan kami,” ucap Christianto.

Seluk beluk program ECP

Sebagai informasi, ECP merupakan kegiatan pembinaan UMKM berorientasi ekspor dengan rentang pelatihan selama satu tahun penuh. Program ini telah dilaksanakan sejak 2010 oleh Balai Besar PPEI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun lingkup ECP mencakup beberapa hal, yakni peningkatan kualitas produk, kesiapan proses ekspor, pemasaran dan pencarian calon pembeli potensial, perbaikan manajemen produksi, daya saing produk, desain dan kemasan produk untuk tujuan ekspor, serta pengembangan tim ekspor.

Baca juga: Presiden Jokowi Inginkan Indonesia Setop Ekspor CPO

Pada 2021, ECP dilaksanakan di sepuluh kota yang tersebar di Indonesia, yaitu Semarang, Surabaya, Bandung, Bandar Lampung, Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banda Aceh, Serang, Samarinda, dan Makassar.

Dari kesepuluh kota tersebut, diambil 30 pelaku UMKM di setiap wilayah dan akan didampingi selama program ECP berjalan.

Pada masa pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi Covid-19, peserta ECP tetap mendapatkan pendampingan secara daring melalui web seminar (webinar) dan penjajakan kesepakatan bisnis atau business matching dari perwakilan perdagangan di berbagai negara.

Tak hanya itu, peserta pendampingan juga berkesempatan mengikuti kurasi pameran internasional.

Baca juga: Produk Indonesia Tampil pada Pameran Internasional di Arab Saudi

Untuk wilayah Jateng, ECP 2021 telah memasuki tahap keempat. Pada Tahap ini dilakukan kunjungan ke lokasi produksi peserta di seluruh wilayah Jateng.

Adapun pelaksanaan kunjungan dilakukan pada Selasa (28/9/2021) hingga Kamis (30/9/2021) lalu. Pelaksanaan ECP Jateng bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.