LPS: Kami Hindari Keterlambatan Penurunan Tingkat Bunga Penjaminan

Kompas.com - 27/10/2021, 17:20 WIB
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penurunan tingkat bunga penjaminan di Jakarta, Rabu (29/9/2021). Dok. Lembaga Penjamin SimpananKetua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penurunan tingkat bunga penjaminan di Jakarta, Rabu (29/9/2021).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan akan mendukung kebijakan dan langkah Bank Indonesia (BI) mengenai penurunan suku bunga.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan menghindari keterlambatan menurunkan tingkat bunga penjaminan. Tujuannya agar sektor finansial dapat lebih efektif dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia.

"Ke depan kami akan menghindari jika terjadi keterlambatan dalam menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan, karena sangat berpengaruh pada deposito dan suku bunga pinjaman pada akhirnya,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers KSSK, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Lewat BLFC, Bayer Berupaya Cetak Wirausahawan Desa

Purbaya menuturkan, pihaknya sudah menjalin komunikasi yang baik dengan bank sentral. Dia pun meyakini, bank sentral akan lebih baik dalam menurunkan suku bunga secara keseluruhan di pasar, terutama suku bunga pinjaman.

“Kami perkirakan suku bunga pinjaman akan turun lebih rendah dari yang sekarang sehingga ekonomi kita dapat tumbuh lebih cepat lagi,” kata Purbaya.

Asal tahu saja pada September 2021, LPS kembali menurunkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah pada Bank Umum dan BPR masing-masing 50 bps menjadi 3,50 persen dan 6 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tingkat bunga penjaminan untuk simpanan valuta asing pada bank umum pun diturunkan sebesar 25 bps menjadi 0,25 persen.

Purbaya menjelaskan, kebijakan tersebut sudah mempertimbangkan penurunan suku bunga simpanan yang ditopang kondisi likuiditas perbankan yang stabil, dampak dari dinamika risiko keuangan global yang relatif terkendali, serta perlunya ruang penurunan biaya dana perbankan dalam rangka turut menjaga momentum pemulihan ekonomi.

"Penurunan tingkat bunga penjaminan diharapkan akan mendorong penurunan suku bunga simpanan, yang selanjutnya dapat menurunkan suku bunga kredit," pungkas Purbaya.

Baca juga: Standard Chartered Gandeng Kredivo untuk Salurkan Kredit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.