Kejahatan Siber Meningkat, Nasabah Bank Harus Lebih Hati-hati

Kompas.com - 28/10/2021, 14:48 WIB
Ilustrasi kejahatan siber ShutterstockIlustrasi kejahatan siber

JAKARTA, KOMPAS.com - Cyber Security Researcher & Consultant Teguh Aprianto mengatakan terjadi kenaikan kejahatan siber dengan modus rekayasa sosial (social engineering) selama pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar nasabah bank lebih berhati-hati saat menerima telepon, pesan singkat, atau pesan melalui media sosial yang mengaku dari pihak bank tertentu, dan meminta data-data atau informasi bersifat pribadi dan rahasia, atau meminta untuk mengklik suatu tautan tertentu.

"Penyedia layanan bertanggung jawab untuk menjaga keamanan data dan dana nasabah, namun nasabah juga perlu waspada untuk turut melindungi data milik mereka agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," katanya dalam konferensi pers virtual peluncuran program Jenius Aman, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Garuda Bantah Dirutnya Liburan Keluarga ke AS Pakai Fasilitas Kantor

Dalam peluncuran program Jenius Aman, Digital Banking Head PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Irwan Tisnabudi mengatakan, keamanan data dan dana nasabah adalah prioritas di Jenius. Jenius merupakan platform transaksi keuangan digital yang dimiliki oleh BTPN.

BTPN mengaku sudah menggunakan teknologi berstandar internasional, isolasi dan proteksi data berlapis, dan diawasi oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kasus-kasus penipuan yang terjadi pada nasabah Jenius adalah kejahatan siber dengan modus rekayasa sosial (social engineering). Oleh sebab itu, kami meluncurkan program Jenius Aman untuk mengedukasi masyarakat tentang keamanan data pribadi agar dapat terhindar dari kejahatan siber yang terus berkembang," kata Irwan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak diluncurkan, Jenius sudah menyediakan fitur keamanan yang mendukung nasabah untuk bertransaksi menggunakan aplikasi Jenius dengan aman.

Fitur keamanan tersebut antara lain, Personal Identification Number (PIN), kata sandi atau password dan autentikasi biometrik untuk masuk ke aplikasi Jenius, pengaturan limit transaksi, hingga pengaturan PIN di setiap kartu debit.

Baca juga: Pekan Depan, Pemerintah Tarik Utang Lagi Rp 4 Triliun

Seiring dengan meningkatnya kasus rekayasa sosial yang terjadi, Jenius menambahkan beberapa langkah keamanan untuk memperkecil risiko penyalahgunaan akun Jenius oleh oknum yang tidak bertanggung jawab akibat pengguna yang teperdaya memberikan informasi rahasia, termasuk kode one time password (OTP).

Penambahan langkah keamanan tersebut mencakup kebijakan satu perangkat yang terhubung, menutup akses log in melalui situs 2secure.jenius.co.id, dan menutup akses unlink device melalui aplikasi/situs dan mengalihkannya ke Jenius Help 1500365 atau Kantor Cabang Sinaya Bank BTPN.

Selain itu, ada juga kapasitas layanan Jenius Help, sehingga proses unlink device dapat diselesaikan dalam waktu dua jam, yang sebelumnya membutuhkan dua hari kerja.

"Layanan perbankan digital mengedepankan nilai kemudahan dan kenyamanan pengguna serta memberikan kontrol sepenuhnya kepada pengguna dalam mengelola akunnya. Kami menyadari penambahan langkah keamanan ini berdampak pada kenyamanan dalam menggunakan Jenius, namun langkah tersebut diambil guna melindungi pengguna dari tindak kejahatan siber," ujarnya.

Baca juga: Andai Bangkrut, Posisi Garuda Digantikan Pelita Air Milik Pertamina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.