Kimia Farma Peroleh Sub-Lisensi Obat Covid-19 Molnupiravir

Kompas.com - 21/01/2022, 17:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Medicines Patent Pool (MPP) dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengumumkan penandatanganan perjanjian untuk memfasilitasi akses global yang terjangkau untuk obat Covid-19, Molnupiravir.

Corporate Secretary PT Kimia Farma Tbk Ganti Winarno P mengatakan, berdasarkan ketentuan perjanjian antara Merck, Sharp & Dohme (MSD) dan MPP, melalui lisensi yang diberikan oleh MSD, MPP diizinkan untuk melisensikan lebih lanjut kepada PT Kimia Farma Tbk.

“Perjanjian ini akan membantu menciptakan akses luas untuk penggunaan Molnupiravir di 105 negara untuk pemenuhan kebutuhan salah satunya adalah di Indonesia dan beberapa negara tujuan lainnya,” kata Ganti dalam siaran pers, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dicari

Ganti mengatakan, Molnupiravir dikembangkan di Universitas Emory dan dilisensikan ke Ridgeback Biotherapeutics oleh Drug Innovation Ventures di Emory (DRIVE), LLC, yang dibentuk oleh Emory bertujuan memajukan pengembangan kandidat obat tahap awal untuk penyakit virus yang menjadi perhatian global.

“Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan akses obat esensial yang masih dalam paten khususnya Molnupiravir, sehingga dapat diakses masyarakat Indonesia dan negara lain. Penandatangan perjanjian ini juga akan mendukung transformasi dan aksesibilitas kesehatan di Indonesia,” ungkap dia.

Molnupiravir saat ini sedang diteliti oleh Merck & Ridgeback untuk pengobatan penyakit Corona virus ringan hingga sedang pada orang dewasa dengan tes diagnostik SARSCoV-2 positif dan yang berisiko tinggi untuk berkembang menjadi Covid-19 yang parah, termasuk rawat inap hingga kematian.

Molnupiravir telah diizinkan untuk digunakan di Inggris dan USA. FDA sedang meninjau aplikasi Merck untuk Otorisasi Penggunaan Darurat.

Pengajuan didasarkan pada hasil positif dari analisa sementara yang direncanakan dari studi fase 3 MOVe-OUT, studi global Fase 3, teracak, placebo yang terkontrol, studi buta ganda, studi multi-situs dari pasien dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit dengan konfirmasi laboratorium Covid-19 ringan hingga sedang, dan setidaknya satu faktor risiko untuk berkembang menjadi penyakit parah atau kematian.

Baca juga: Luhut Sebut Pabrik Molnupiravir Bakal Dibangun di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.