Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Buka Toko Es Krim Bareng Ibunya, Lulusan Harvard Ini Raup Rp 3,4 Miliar Setahun

Kompas.com - 16/05/2023, 13:40 WIB
Kiki Safitri,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Seorang lulusan dari Universitas Harvard, Annie Park membuka toko es krim di Bethesda Maryland pada tahun 2019. Usaha yang ia jalani bersama ibunya kini menghasilkan keuntungan sebesar Rp 3,4 miliar atau 230.000 dollar AS (kurs Rp 14.805 per dollar AS).

"Sejujurnya di awal-awal saya tidak terlalu bersemangat dengan memulai bisnis toko es krim," kata wanita kelahiran Seoul Korea Selatan, mengutip CNBC.

Park yangmerupakan lulusan Harvard dengan gelar Master, memutuskan untuk membantu ibunya yang membuka toko es krim. Es krim yang dibuat oleh ibunda Park merupakan hobi, dan ia sering bereksperimen dengan rasa terbaru.

Baca juga: Penghasilan Pasangan yang Lebih Tinggi dalam Pernikahan Bisa Menimbulkan Masalah?

"Menjadi anak perempuan satu-satunya dalam keluarga tunggal, membuat saya berkewajiban membantu ibu saya," lanjut dia.

Park mengatakan, es krim produksinya berbeda dengan kebanyakan produk komersial yang mengandalkan pewarna. Produk es krim miliknya menggunakan bahan alami seperti buah stroberi.

Setelah berbulan-bulan melakukan persiapan, Park memulai usahanya dengan nama Sarah's Handmade Ice Cream di bulan Maret 2019. Tidak terduga, usaha tersebut banyak didatangi pelanggan.

"Itu adalah sesuatu yang tidak pernah kami duga," lanjut dia.

Park membuka gerai es krim hingga pukul 9 malam. Ia bahkan hanya memiliki sedikit waktu untuk merayakan pembukaan gerainya tersebut, karena harus bangun jam 3 pagi untuk membuat es krim.

Berdiri setahun, Park membuka cabangnya di Washington DC, dan berencana membuka kios baru di Potomac, Maryland pada Desember 2023 ini.

Alih-alih membantu selama beberapa bulan, Park menjadi mitra penuh dalam bisnis yang kini memiliki 35 karyawan itu. Adapun pendapatan tahunan Park sebesar 1,86 juta dollar AS atau Rp 27,5 miliar.

Adapun pendapatan Park, atau gaji yang ia terima adalah sebesar 230.000 dollar AS per tahun, plus 118.625 dollar AS sebagai bagian dari kemitraan dengan ibunya. Keuntungan dari dua toko yang dimiliki adalah senilai 111.677 dollar AS.

Sarah merupakan imigran dara Korea Selatan yang mulai beremigrasi ke AS bersama ibunya pada tahun 2000 saat Park berusia 9 tahun. Pindah ke Maryland memberikan prospek pekerjaan yang lebih baik bagi Park, dan menghindari stigma buruk di Korea Selatan, sebagai ibu tunggal yang bekerja.

Park juga membuat program kepemimpinan untuk karyawan yang sebagian besar masih duduk di bangku SMA. Program ini mendorong pertumbuhan karir untuk semua tingkat keterampilan dan loyalitas.

"Kami tidak mempekerjakan pengawas shift dari luar. Sebaliknya, kebijakannya adalah mempromosikan dari dalam jajaran stafnya," kata dia.

Dalam beberapa bulan setelah pembukaan toko pertama, Park menyadari bahwa ekspansi bisnisnya tidak harus dibatasi hanya pada "toko ibu dan anak" saja.

“Itu bisa berupa serangkaian toko es krim. Saya sedang melihat Jeni's, saya sedang melihat Ben and Jerry's. Mereka mulai di suatu tempat," ungkapnya.

Baca juga: Bermodalkan Rp 500.000, Ini Kisah Shafira Jual Kartu THR hingga Raih Omzet Rp 15 Juta

Ke depan, Park berharap dapat membuka lebih banyak toko es krim bersama ibunya, membeli rumah, dan suatu hari nanti, memulai sebuah keluarga.

“Saya tidak yakin apakah ini terdengar klise, tapi saya ingin bisa melakukan semuanya,” katanya.

Meskipun dia tidak pernah berencana untuk menjalankan toko es krim, semua pengalamannya sebelumnya memiliki efek sinergis di tempatnya sekarang. Seperti pekerjaan untuk mengajar anak muda, mengerjakan proyek wirausaha, hingga bekerja paruh waktu sebagai barista Starbucks.

“Melihat ke belakang, bahwa tidak satu pun dari pengalaman itu yang membuang-buang waktu, saya dapat menggabungkannya bersama dan sekarang ini mendorong pekerjaan saya di Sarah’s Handmade,” tegas dia.

Baca juga: Lulusan SMK Ini Punya Bisnis Mentereng, Raup Omzet Ratusan Juta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kode Transfer BCA, BRI, BNI, BTN, Mandiri, dan Bank Lainnya

Kode Transfer BCA, BRI, BNI, BTN, Mandiri, dan Bank Lainnya

Spend Smart
Cara Beli Token Listrik di ATM BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI

Cara Beli Token Listrik di ATM BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSI

Spend Smart
Cara Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia dan Syaratnya

Cara Tukar Uang Rusak di Bank Indonesia dan Syaratnya

Spend Smart
Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Kantongi Rp 21,5 Triliun

Lelang 7 Seri SUN, Pemerintah Kantongi Rp 21,5 Triliun

Whats New
Indosat Catat Laba Rp 1,29 Triliun di Kuartal I-2024

Indosat Catat Laba Rp 1,29 Triliun di Kuartal I-2024

Whats New
Adira Finance Cetak Laba Bersih Rp 432 Miliar pada Kuartal I-2024

Adira Finance Cetak Laba Bersih Rp 432 Miliar pada Kuartal I-2024

Whats New
Inaplas Dukung Pemerintah Atasi Polusi Sampah Plastik

Inaplas Dukung Pemerintah Atasi Polusi Sampah Plastik

Whats New
Program Pemberdayaan Daerah Gambut di Bengkalis oleh PT KPI Mampu Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

Program Pemberdayaan Daerah Gambut di Bengkalis oleh PT KPI Mampu Tingkatkan Pendapatan Masyarakat

Whats New
Astra Internasional Bakal Tebar Dividen Rp 17 Triliun, Simak Rinciannya

Astra Internasional Bakal Tebar Dividen Rp 17 Triliun, Simak Rinciannya

Whats New
Emiten Nikel IFSH Catat Penjualan Rp 170 Miliar di Kuartal I 2024

Emiten Nikel IFSH Catat Penjualan Rp 170 Miliar di Kuartal I 2024

Whats New
Starlink Telah Kantongi Surat Uji Laik Operasi di Indonesia

Starlink Telah Kantongi Surat Uji Laik Operasi di Indonesia

Whats New
Laba Bersih BNI Naik 2,03 Persen Menjadi Rp 5,3 Triliun pada Kuartal I-2024

Laba Bersih BNI Naik 2,03 Persen Menjadi Rp 5,3 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Bank Mandiri Jaga Suku Bunga Kredit di Tengah Tren Kenaikan Biaya Dana

Bank Mandiri Jaga Suku Bunga Kredit di Tengah Tren Kenaikan Biaya Dana

Whats New
Bukan Dibebaskan Bea Cukai, Denda Impor Sepatu Bola Rp 24,74 Juta Ditanggung DHL

Bukan Dibebaskan Bea Cukai, Denda Impor Sepatu Bola Rp 24,74 Juta Ditanggung DHL

Whats New
Kerja Sama dengan PBM Tangguh Samudera Jaya, Pelindo Optimalkan Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok

Kerja Sama dengan PBM Tangguh Samudera Jaya, Pelindo Optimalkan Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com