New Normal, BI Dorong UMKM Pakai QRIS

Kompas.com - 24/06/2020, 12:22 WIB
Pengimplementasian donasi rumah ibadah dengan QR Code Terstandar Indonesia atau QRIS di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019)., KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANPengimplementasian donasi rumah ibadah dengan QR Code Terstandar Indonesia atau QRIS di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019).,

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia ( BI) Perry Warjiyo mengatakan pandemi Covid-19  bukan menjadi alasan bagi pelaku UMKM untuk menjadi lemah.

Namun, lebih dari itu, kondisi pandemi harus bisa membuat pelaku usaha lebih kuat.

Ia menyebut dengan adanya pandemi ini seharusnya bisa menjadi momen untuk bangkit dengan cara mencari cara-cara baru serta model-model bisnis baru agar tetap terus berkembang.

Baca juga: BI Gencarkan Penggunaan QRIS, Bagaimana Nasib Uang Tunai Nantinya?

"Untuk itu, kita didorong terus untuk lebih kreatif lagi serta memiliki inovasi-inovasi yang baru. Dengan begitu kita bisa memiliki cara dan tahu bagaimana langkah kita selanjutnya dalam mengembangkan bisnis kita," ujarnya dalam press conference secara virtual, Rabu (24/6/2020).

Adapun salah satu cara yang dapat dilakukan kata Perry yaitu melakukan digitalisasi. Menurutnya  digitalisasi bisa membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien.

"Begitupun dengan keuangan, kita sudah sepakat dari BI dan perbankan lainnya untuk membangun ekosistem dan keuangan digital," katanya.

Salah satunya yaitu BI mendorong para pelaku UMKM untuk melakukan transaksi pembayaran secara digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Baca juga: Ini Manfaat Penggunaan QRIS Bagi Pedagang

Perry menyebut pihaknya beserta perbankan lainnya akan membawa semua pelaku UMKM yang selama ini masih informal untuk tersambung ke dunia digital baik melalui fintech, perbankan dan lainnya.

"Kita akan mendorong pasar-pasar tradisional, para petani, nelayan dan UMKM untuk melakukan digitalisasi pembayaran QRIS. Kita dorong mereka bukan hanya untuk memperbaiki inklusi keuangannya tapi juga inklusi ekonomi kita," jelasnya.

Sementara itu, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filaningsih Hendarta mengatakan, saat ini pertumbuhan jumlah UMKM yang sudah menggunakan metode pembayaran QRIS menunjukkan peningkatan.

Ia menyebut ada 87 persen pelaku UMKM yang sudah melakukan metode pembayaran QRIS.

"Kalau kita lihat peningkatannya dari bulan Maret sampai Juni, UMKM yang menggunakan QRIS ada 119 persen dan donasi-donasi sosial yang juga melakukan hal yang sama 119 persen," jelas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Whats New
Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Whats New
Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Whats New
Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Work Smart
Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan 'Jirolupat' | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan "Jirolupat" | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

Rilis
Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Whats New
Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Whats New
OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

Whats New
Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Rilis
Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Whats New
Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Spend Smart
Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Whats New
Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Rilis
Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X