Erick Thohir Ungkap Pantauan Awal Kondisi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Kompas.com - 27/08/2020, 21:30 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin COVID-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, sudah ada beberapa relawan yang telah disuntikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China.

Berdasarkan pemantauan tahap awal, tak ditemukan adanya gejala yang membahayakan dari para relawan yang telah disuntikan vaksin tersebut.

“Nah dari pemantauan awal yang kemarin sudah disuntikan 11 Agustus, hasilnya sampai hari ini baik. Nah itu lah kenapa kemarin Profesor Kusnadi dari Unpad sampaikan ke media tidak ada gejala yang ditakuti,” ujar Erick di Komisi VI DPR RI, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Antam: Harga Emas Masih Bisa Naik

Kendati begitu, lanjut Erick, uji klinis vaksin Covid-19 tahap III ini belum rampung. Perlu dilakukan pemantauan dalam beberapa bulan ke depan sebelum nantinya diproduksi.

Vaksin Covid-19 itu sendiri nantinya akan disuntikan ke tubuh 1.620 relawan yang telah terdaftar.

“Jadi cukup baik hasil uji klinis III. Walaupun ini belum selesai, karena biasanya uji klinis III ini memakan waktu 3-6 bulan. Tapi simpton pertamanya baik,” kata mantan Bos Inter Milan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantaran tahap awal uji klinis vaksin buatan Sinovac itu berjalan baik, Erick pun optimis vaksin itu bisa digunakan di Indonesia. Rencananya, jika uji klinisnya lancar, maka akan segera diproduksi pada akhir 2020.

“Karena itu kita optimis kerja sama Bio Farma dan Sinovac ini dalam jangka menengah atau jangka panjang, ini jadi sesuatu yang baik untuk memastikan vaksin bisa terjadi secara cepat di Indonesia. Karena target kita di awal tahun depan sudah ada vaksin,” ucap dia.

Baca juga: Dampak Covid-19, Sri Mulyani Sebut Indonesia Punya Pengalaman untuk Atasi Krisis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.