Ini Upaya Pemerintah Selamatkan Perekonomian RI dari Resesi

Kompas.com - 05/11/2020, 18:40 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAWakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia resmi memasuki zona setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang terkontraksi 3,49 persen.

Untuk mengantisipasi kontraksi yang lebih dalam pada kuartal-kuartal selanjutnya, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan-kebijakan fiskal.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan, salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian Indonesia ialah dengan cara menggenjot realisasi investasi.

Baca juga: Ini Penyebab IHSG Melonjak meski Ekonomi RI Resmi Resesi

Pemberian insentif berupa pengurangan tarif pajak penghasilan (PPh) badan secara bertahap menjadi 20 persen pada 2020 diharapkan menarik minat calon investor.

"Kami juga berkomitmen untuk mengesahkan UU Omnibus Cipta Kerja di tengah pandemi, agar iklim investasi membaik dan disaat yang bersamaan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan melindungi pekerja kita dengan adanya jaminan kehilangan pekerjaan misalnya," tururnya dalam Indonesia Economic Forum, Kamis (5/11/2020).

Selain itu, pemerintah sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2020 disebut masih akan dalam mode ekspansi belanja pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suahasil menjelaskan, pemerintah akan menambah anggaran belanja kesehatan, bantuan ke UMKM dan meningkatkan kesiapan infrastruktur TIK dan digital di Indonesia.

"Konektivitas internet, data, dan gadget akan sangat penting. Itulah mengapa kami mengalokasikan subsidi internet. Peningkatan infrastruktur TIK juga penting untuk meningkatkan total labor productivity Indonesia," ujarnya.

Oleh karenanya, pada tahun depan alokasi anggaran belanja TIK pemerintah akan meningkat dan akan dialokasikan melalui transfer ke daerah dan beberapa kementerian seperti Kemenkominfo untuk koneksi satelit, Kemendikbud untuk subsidi internet pelajar dan lainnya, Kemensos, Kementerian PPN dan Kemenkeu sendiri.

"Kami sedang meng-upgrade sistem core tax agar lebih user friendly dan memberikan kemudahan akses dan kepastian bagi para wajib pajak," ucapnya.

Baca juga: Indonesia Resesi, Rupiah Menguat Tajam ke Level Rp 14.380 per Dollar AS



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X