Minta SWF Kejar Target 20 Miliar Dollar AS, Jokowi: Duit yang Gede Banget

Kompas.com - 15/01/2021, 21:30 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Presiden Joko Widodo mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Kota Paris dan Nice yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, selain itu Presiden juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. ANTARA FOTO/Biro Pers/Rusman/Handout/wsj. ANTARA FOTO/RUSMANPresiden Joko Widodo menyampaikan pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (31/10/2020). Presiden Joko Widodo mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Kota Paris dan Nice yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, selain itu Presiden juga mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. ANTARA FOTO/Biro Pers/Rusman/Handout/wsj.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo sudah menargetkan Lembaga Pengelola Investasi (Sovereign Wealth Fund/SWF) mengumpulkan dana 20 miliar dollar AS.

Lembaga yang diberi nama Indonesian Investment Authority (INA) harus bisa mencapai target dalam 1-2 bulan ke depan.

"Saya tadi bisik-bisik sama Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati). Awal-awal ini, sebulan dua bulan ini, target yang masuk ke SWF kita berapa? Dijawab Menteri Keuangan kira-kira 20 miliar dollar AS. Duit yang gede banget," kata Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020 secara virtual, Jumat (15/1/2021).

Jokowi menyebut, SWF memang dibutuhkan untuk memenuhi pembiayaan yang semakin besar. SWF dibentuk untuk meningkatkan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dan menurunkan rasio utang terhadap PDB Indonesia.

Adapun pemerintah bakal menyetorkan modal awal ke lembaga tersebut sebesar Rp 15 triliun dan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rp 50 triliun.

"Saya harap INA jadi mitra strategis investasi yang kuat secara hukum, jadi mitra strategis yang andal dan tepercaya untuk pembangunan ekonomi yang jangka panjang dan berkelanjutan," ungkap Jokowi.

Baca juga: Jokowi: Amerika Serikat hingga Kanada Tertarik Tanamkan Dana di SWF Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut dia menuturkan, INA bakal menjadi solusi alternatif bagi pembiayaan pembangunan. Agar semakin cepat beroperasi, pihaknya sudah menunjuk nama-nama dewan untuk INA.

"Nama-nama untuk dewan pengawas sudah kita sampaikan ke DPR. Kita harap selesai minggu depan ini," pungkas Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Indonesia mendapatkan lagi suntikkan dana untuk dikelola pada Lembaga Pengelola Investasi dari Kanada, sebesar 2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 28 triliun lebih.

Jokowi pun sempat menyebut, banyak negara di dunia mulai menunjukkan ketertarikannya pada sovereign wealth fund (SWF) yang disebut dengan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authorithy (INA).

Menurut dia, beberapa negara yang sudah mengungkapkan ketertarikannya yakni mulai dari Amerika Serikat, Jepang, serta Uni Emirat Arab. Selain itu juga Arab Saudi dan Kanada.

"Sekarang sudah ada beberapa negara yang menyampaikan ketertarikannya (terhadap SWF), antara lain Amerika Serikat, Jepang, Uni Emirat Arab, Saudim dan Kanada," ujar Jokowi dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia yang diadakan secara virtual, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Airlangga Sebut Ada Dua Negara Siap Guyur 6 Miliar Dollar AS di SWF, Mana Saja?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.