KILAS

Tren Ekspor Sarang Burung Walet Meningkat, Indonesia Diuntungkan

Kompas.com - 22/01/2021, 12:20 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020). DOK. Humas KementanMenteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam acara Tasyakuran satu tahun Kementerian Pertanian Kabinet Indonesia Maju bersama anak yatim piatu di Auditorium Kementan, Senin (26/10/2020).

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, tren ekspor sarang burung walet (SBW) dalam lima tahun terakhir meningkat signifikan.

“Maka dari itu, saya bersyukur karena Indonesia bisa menjadi pemasok SBW untuk banyak negara,” ujar SYL dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Mentan pun menjelaskan bahwa produktivitas SBW yang diperdagangkan dan diekspor merupakan komoditas binaan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan).

"Ini adalah anugerah Tuhan untuk kita. Sebab, tanpa perawatan khusus, walet memberikan berbagai manfaat kesehatan " tuturnya.

Baca juga: Petani Cirebon Terancam Gagal Panen, Kementan Dukung Mereka Asuransikan Lahannya

Bukan hanya itu, kata Mentan, SWB juga menjadi sumber devisa negara, dan sumber pendapatan bagi peternak SBW.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) menyampaikan, SBW merupakan komoditas pangan yang dibuat secara alami oleh hewan. Komodintas ini mempunyai nilai gizi tinggi dan ekonomi tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Oleh karenanya, sarang burung walet telah menjadi andalan ekspor kami sejak 2015,” katanya.

Nasrullah menyatakan, Indonesia sejauh ini telah mengekspor SBW ke 14 negara. Sepanjang 2020, Indonesia mengekspor ke berbagai negara dengan total volume ekspor 1.155 ton atau senilai Rp 28,9 triliun.

Baca juga: Kementan Sebut Ketepatan Distribusi Pupuk Bersubsidi Ditentukan Pendataan Petani

Negara tersebut, di antaranya Hongkong, China, Singapura, Vietnam, United States of America (USA), Jepang, Korea Selatan (Korsel), Taiwan, Thailand, Malaysia, Australia, Kanada, Spanyol, dan Perancis

“Volume dan nilai ekspor SBW sepanjang 2020 selalu mengalami peningkatan setiap bulannya,” kata Nasrullah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Menyikapi Nilai Rapor | Belajar dari Karakter Siswa Tiap Tingkatan | Keunggulan Kuliah di Politeknik

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Menyikapi Nilai Rapor | Belajar dari Karakter Siswa Tiap Tingkatan | Keunggulan Kuliah di Politeknik

Rilis
Simak Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Simak Harga Bitcoin dkk Hari Ini

Whats New
Indonesia Gandeng AS Kejar Target Nol Emisi Karbon di 2060

Indonesia Gandeng AS Kejar Target Nol Emisi Karbon di 2060

Whats New
Kadin Apresiasi Rencana Presiden Jokowi untuk Buka Munas VIII di Kendari

Kadin Apresiasi Rencana Presiden Jokowi untuk Buka Munas VIII di Kendari

Rilis
 Pedagang Minta Prokes Dijalankan Ketat dan Pasar Tradisional Tak Ditutup

Pedagang Minta Prokes Dijalankan Ketat dan Pasar Tradisional Tak Ditutup

Rilis
Mau Resign? Ini Contoh Surat Pengunduran Diri yang Baik dan Benar

Mau Resign? Ini Contoh Surat Pengunduran Diri yang Baik dan Benar

Work Smart
Penawaran Lewat SMS hingga Bunga Mencekik, Ini Ciri Pinjol Ilegal

Penawaran Lewat SMS hingga Bunga Mencekik, Ini Ciri Pinjol Ilegal

Whats New
Menhub: Pengembangan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Dimulai Tahun Ini

Menhub: Pengembangan Pelabuhan Anggrek Gorontalo Dimulai Tahun Ini

Whats New
Tren Belanja Online Selama Pandemi, Barang Apa yang Banyak Dibeli Masyarakat?

Tren Belanja Online Selama Pandemi, Barang Apa yang Banyak Dibeli Masyarakat?

BrandzView
Menperin Gandeng Asosiasi Jaga Pasokan Oksigen Rumah Sakit

Menperin Gandeng Asosiasi Jaga Pasokan Oksigen Rumah Sakit

Rilis
3 Cara Cek NIK KTP Secara Online via Handphone

3 Cara Cek NIK KTP Secara Online via Handphone

Whats New
MMA Smarties 2021 Umumkan Jajaran Juri, Ini Daftarnya

MMA Smarties 2021 Umumkan Jajaran Juri, Ini Daftarnya

Rilis
Cara dan Syarat Membuat SKCK untuk CPNS

Cara dan Syarat Membuat SKCK untuk CPNS

Whats New
[TREN LIFE HACK KOMPASIANA] Renovasi Rumah Subsidi | Kiat agar Tidak Kehilangan Uang Saat Bepergian | Menumbuhkan Budaya 'Segera Mencuci'

[TREN LIFE HACK KOMPASIANA] Renovasi Rumah Subsidi | Kiat agar Tidak Kehilangan Uang Saat Bepergian | Menumbuhkan Budaya "Segera Mencuci"

Rilis
IHSG Bergerak Zona Hijau di Sesi Pembukaan, Rupiah Betah Melemah

IHSG Bergerak Zona Hijau di Sesi Pembukaan, Rupiah Betah Melemah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X