Menko Airlangga: Pemerintah Kaji Pembentukan Bullion Bank

Kompas.com - 04/03/2021, 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah saat ini sedang mengkai pembentukan bullion bank.

Bullion bank merupakan bank yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan logam mulia.

"Salah satu yang sedang dikaji oleh pemerintah adalah pembentukan bullion bank. Ini tentu Pak Mendag (Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi) bisa mendalami bagaimana ekspor impor ini, karena sebagian juga digunakan untuk jewelries, di mana dulu ekspor impor ini tentu terkait dengan PPN dan lainnya," ujar Airlangga dalam Raker Kementerian Perdagangan 2021 yang dilakukan secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Saham Bank Kecil Melonjak Terus dalam Beberapa Hari hingga Disuspensi, Ada Apa?

Untuk diketahui, bullion sendiri merupakan logam mulia, baik itu emas dan perak dalam bentuk batangan, ingot, dan koin.

Airlangga menjelaskan, pembentukan bullion bank tersebut dengan dasar harga emas yang bisa bertahan, bahkan cenderung naik di masa pandemi Covid-19.

Padahal, harga komoditas andalan Indonesia lain justru harganya mengalami tekanan.

"Komoditas emas juga mencatat peningkatan walau di lain pihak emas juga impornya salah satu yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang perlu di dalami terkait ekspor impor emas ini, karena kita memiliki pertambangan yang besar," jelas Airlangga.

Berdasarkan paparannya, , disebutkan bahwa pembentukan bullion bank akan menguntungkan sejumlah pihak. Bagi pemerintah, bullion bank bisa menghemat devisa dan bagi industri keberadaannya bisa menjadi sumber pembiayaan proyek.

Sementara itu, bagi bank sendiri kehadiran bullion bank bisa menjadi diversifikasi produk. Sementara bagi masyarakat, dengan adanya bullion, maka mereka bisa mendapatkan imbal hasil (return) dari simpanannya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan akan melanjutkan kajian tersebut. Ia mengatakan, pembentukan bullion bank akan didasarkan pada beragam pertimbangan, salah satunya efektivitasnya untuk mengontrol bank emas.

"Mudah-mudahan arahan Pak Menko berguna bagi kita semua dan akan kami camkan," ujar dia.

Baca juga: Komisi XI DPR Minta OJK Beri Perhatian Serius ke Bank

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.