Kompas.com - 04/03/2021, 17:16 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap menyampaikan keterangan terkait perekonomian nasional di masa pandemi COVID-19 di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Airlangga mengatakan setelah pada kuartal II tahun 2020 ekonomi Indonesia terkoreksi 5,32 persen, dibutuhkan belanja minimal Rp800 triliun perkuartal ke berbagai sektor untuk mempersempit ruang pertumbuhan negatif. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayMenko Perekonomian Airlangga Hartarto bersiap menyampaikan keterangan terkait perekonomian nasional di masa pandemi COVID-19 di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Airlangga mengatakan setelah pada kuartal II tahun 2020 ekonomi Indonesia terkoreksi 5,32 persen, dibutuhkan belanja minimal Rp800 triliun perkuartal ke berbagai sektor untuk mempersempit ruang pertumbuhan negatif. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah saat ini sedang mengkai pembentukan bullion bank.

Bullion bank merupakan bank yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan logam mulia.

"Salah satu yang sedang dikaji oleh pemerintah adalah pembentukan bullion bank. Ini tentu Pak Mendag (Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi) bisa mendalami bagaimana ekspor impor ini, karena sebagian juga digunakan untuk jewelries, di mana dulu ekspor impor ini tentu terkait dengan PPN dan lainnya," ujar Airlangga dalam Raker Kementerian Perdagangan 2021 yang dilakukan secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Saham Bank Kecil Melonjak Terus dalam Beberapa Hari hingga Disuspensi, Ada Apa?

Untuk diketahui, bullion sendiri merupakan logam mulia, baik itu emas dan perak dalam bentuk batangan, ingot, dan koin.

Airlangga menjelaskan, pembentukan bullion bank tersebut dengan dasar harga emas yang bisa bertahan, bahkan cenderung naik di masa pandemi Covid-19.

Padahal, harga komoditas andalan Indonesia lain justru harganya mengalami tekanan.

"Komoditas emas juga mencatat peningkatan walau di lain pihak emas juga impornya salah satu yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang perlu di dalami terkait ekspor impor emas ini, karena kita memiliki pertambangan yang besar," jelas Airlangga.

Berdasarkan paparannya, , disebutkan bahwa pembentukan bullion bank akan menguntungkan sejumlah pihak. Bagi pemerintah, bullion bank bisa menghemat devisa dan bagi industri keberadaannya bisa menjadi sumber pembiayaan proyek.

Sementara itu, bagi bank sendiri kehadiran bullion bank bisa menjadi diversifikasi produk. Sementara bagi masyarakat, dengan adanya bullion, maka mereka bisa mendapatkan imbal hasil (return) dari simpanannya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan akan melanjutkan kajian tersebut. Ia mengatakan, pembentukan bullion bank akan didasarkan pada beragam pertimbangan, salah satunya efektivitasnya untuk mengontrol bank emas.

"Mudah-mudahan arahan Pak Menko berguna bagi kita semua dan akan kami camkan," ujar dia.

Baca juga: Komisi XI DPR Minta OJK Beri Perhatian Serius ke Bank



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X