Enggan Rambah Sektor Konsumtif, Ini Alasan Modalku

Kompas.com - 09/03/2021, 12:34 WIB
Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya memberikan paparan kinerja Modalku hingga tahun 2019 di acara media gathering dan halal bihalal Modalku di Jakarta, Rabu (3/7/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYACo-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya memberikan paparan kinerja Modalku hingga tahun 2019 di acara media gathering dan halal bihalal Modalku di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Fintech peer-to-peer lending (P2P lending) yang bergerak di sektor produktif, Modalku, mengaku masih enggan merambah sektor konsumtif meski prospek bisnisnya kian menjanjikan.

Co-Founder dan CEO Modalku, Reynold Wijaya mengatakan, sebanyak 95 persen pendanaan perusahaan akan terus berfokus pada segmen produktif, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Jadi kalau ada maksud masuk ke produk konsumtif, jawabannya jelas tidak. Fokus kepada on doing yang baik, kompetensi (perusahaan), dan ekosistem," kata Reynold dalam diskusi virtual bersama Kompas.com, Selasa (9/3/2021).

Baca juga: OJK Ingin Aturan Fintech Skor Kredit Rampung Sebelum Akhir 2021

Reynold menuturkan, pihaknya punya sejumlah cara agar sektor produktif tak kalah menggiurkan alih-alih merambah ke sektor konsumtif.

Beberapa caranya adalah mengedukasi nasabah dan mengontrol penggunaan dana.

Perseroan mengedepankan nasabah yang berkarakter baik, yakni yang beritikad baik mengembalikan dana ketika bisnisnya besar.

Misalnya ketika membiayai segmen-segmen bisnis supplai chain, Modalku jarang memberi dana langsung kepada debitur.

Fintech ini akan langsung menyalurkan dana kepada supplier debitur sehingga debitur hanya menerima barang seharga dana yang dipinjam.

Baca juga: Kerap Disebut Pesaing Fintech, Kenali Apa Itu Neobank

"Kita misalnya berikan langsung Rp 10 juta untuk beli kopi (ke supplier). Nanti debitur arahkan supplier-nya siapa. Jadi dia (debitur) menerima (produk) kopi Rp 10 juta. Kalau diberikan langsung kepada debitur, nanti dana Rp 10 juta tidak dipakai untuk membeli kopi," tutur dia.

Adapun hingga kini, Modalku sudah menyalurkan pinjaman usaha sekitar Rp 21,8 triliun.

Pinjaman diberikan kepada lebih dari 3,7 juta transaksi pinjaman di kawasan Asia Tenggara.

Fintech ini melayani debitur di beberapa wilayah, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Mayoritas penyaluran terjadi di dua tahun terakhir. Dari Rp 21 triliun, bisa dibilang 3 tahun pertama itu cuma Rp 1 triliun, sisanya di dua tahun terakhir," pungkas Reynold.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keran Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka, Kemendag Cabut Permendag 22 Tahun 2022

Keran Ekspor Minyak Goreng Kembali Dibuka, Kemendag Cabut Permendag 22 Tahun 2022

Whats New
Akuisisi Rampung, Bank Mayora Jadi 'Senjata' BNI dalam Persaingan Bank Digital

Akuisisi Rampung, Bank Mayora Jadi "Senjata" BNI dalam Persaingan Bank Digital

Whats New
LPS Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya

LPS Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Syaratnya

Work Smart
Justika: Aksesibilitas Bantuan Hukum Inklusif Masyarakat Indonesia

Justika: Aksesibilitas Bantuan Hukum Inklusif Masyarakat Indonesia

Whats New
Tangani Masalah Sampah yang Tak Kunjung Usai, Ini Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Tangani Masalah Sampah yang Tak Kunjung Usai, Ini Upaya yang Dilakukan Pemerintah

Whats New
IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat di Akhir Pekan

IHSG dan Rupiah Ditutup Menguat di Akhir Pekan

Whats New
Siap-siap, BUMN Bakal Tambah 2.300 Lowongan Kerja

Siap-siap, BUMN Bakal Tambah 2.300 Lowongan Kerja

Work Smart
Tantangan Penerapan Edge Computing dan Strategi Perusahaan dalam Transisi Digital

Tantangan Penerapan Edge Computing dan Strategi Perusahaan dalam Transisi Digital

Rilis
Kemenperin Percepat Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Kemenperin Percepat Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Whats New
Aturan Baru OJK, Debt Collector Lakukan Pengancaman dan Kekerasan Fisik Bisa Masuk Delik Pidana Umum

Aturan Baru OJK, Debt Collector Lakukan Pengancaman dan Kekerasan Fisik Bisa Masuk Delik Pidana Umum

Whats New
Mencari Rezeki Tanpa Polusi dengan Sunyi Bunyi Motor Listrik

Mencari Rezeki Tanpa Polusi dengan Sunyi Bunyi Motor Listrik

Whats New
Bantu Akses Kesehatan Warga Tapsel, Agincourt Bangun Fasilitas Tambahan RS Bhayangkara

Bantu Akses Kesehatan Warga Tapsel, Agincourt Bangun Fasilitas Tambahan RS Bhayangkara

Rilis
Menkop UKM: Kewenangan Saya Terbatas untuk Tangani Koperasi Bermasalah

Menkop UKM: Kewenangan Saya Terbatas untuk Tangani Koperasi Bermasalah

Whats New
Kemenaker: Pekerjaan yang Bersifat Rutin dan Terprediksi Rentan Terkena Otomasi

Kemenaker: Pekerjaan yang Bersifat Rutin dan Terprediksi Rentan Terkena Otomasi

Rilis
Targetkan Capai 1 Juta Jargas, Ini Strategi Bisnis dan Pemasaran Subholding Gas Pertamina

Targetkan Capai 1 Juta Jargas, Ini Strategi Bisnis dan Pemasaran Subholding Gas Pertamina

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.