Kepincut Investasi Saham Syariah? Baca Ini Dulu Biar Paham

Kompas.com - 13/06/2021, 10:01 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ingin investasi tapi khawatir terjebak pada sesuatu yang haram? Tenang, kamu bisa investasi saham syariah.

Menanamkan modal pada perusahaan yang kegiatan usaha maupun yang memiliki mekanisme transaksi sesuai prinsip syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Sejatinya investasi saham itu halal. Hingga kini, ada 17 fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang berhubungan dengan pasar modal syariah.

Sementara yang menjadi dasar pengembangan pasar modal syariah ada tiga fatwa, yakni pertama, Fatwa DSN-MUI No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah.

Kedua, Fatwa DSN-MUI No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal.

Serta ketiga, Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 80/DSN-MUI/III/2011.

Investasi saham syariah semakin dilirik investor. Bukan hanya kalangan muslim, tetapi juga non-muslim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk kamu yang tertarik investasi saham syariah, ketahui dulu seluk beluk saham syariah agar mengenal lebih dalam, seperti dikutip dari Cermati.com.

Pengertian Saham Syariah

Mengutip laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham syariah adalah efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.

Kriteria saham syariah, antara lain:

1. Kegiatan usahanya

Kegiatan usaha emiten atau perusahaan publik tidak bertentangan dengan syariat Islam, seperti perjudian, perdagangan yang tidak disertai penyerahan barang atau jasa, pemalsuan, bank berbasis bunga, perusahaan pembiayaan berbasis bunga.

Selain itu, tidak melakukan kegiatan usaha jual beli yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan judi (maisir) seperti konvensional, serta memproduksi atau berdagang barang atau jasa haram, dan transaksi suap.

Baca juga: Cek Pajak Kendaraan Online untuk Samsat Seluruh Daerah di Indonesia

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.