Ini Daftar Modus Penipuan Terbaru Saat Transaksi Digital

Kompas.com - 08/12/2021, 14:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -Ada berbagai modus penipuan terbaru secara online yang terjadi saat transaksi digital. Kini beberapa modus penipuan banyak yang mengatasnamakan institusi perbankan dan keuangan di Indonesia.

Penipuan saat transaksi digital tersebut berupaya untuk mendapatkan data dan informasi yang bersifat pribadi untuk memperoleh keuntungan.

Melansir dari berita Kontan.co.id, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menerima laporan 192.000 laporan rekening yang terindikasi terkait tindak pidana.

Baca juga: Sering Pakai Dompet Digital? Waspada Modus Penipuan Ini

Selain penipuan nomor rekening, perlu diketahui berbagai macam modus penipuan terbaru yang kerap terjadi pada transaksi digital perbankan lain.

Merangkum dari laman Bank CIMB Niaga dan BSI, nasabah diimbau untuk memahami berbagai modus penipuan terbaru secara online saat transaksi digital.

Adapun tidak hanya satu modus penipuan saja, namun terdapat modus penipuan terbaru lainnya. Beberapa modus penipuan terbaru saat transaksi digital sangat rentan terjadi melalui ponsel dan jaringan internet yang terbuka untuk umum.

Untuk itu, ketahui 4 modus penipuan terbaru yang wajib diketahui saat melakukan transaksi digital:

Modus Penipuan Terbaru Saat Transaksi Digital

1. Phising

Phising adalah salah satu modus penipuan yang memanfaatkan email korban saat transaksi digital. Modus penipuan terbaru ini memanfaatkan alamat email korban dengan tujuan untuk memperoleh data-data pribadi yang bersifat rahasia.

Email ini bisa tercantum pada beberapa transaksi digital perbankan, sehingga bisa merugikan dikemudian hari.

Tentu tetap jaga kerahasian email pribadi agar tidak mudah tersebar dan menjadi korabn modus penipuan terbaru seperti phising.

2. Impersonation

Selain Phising, Impersonation jadi modus penipuan terbaru yang menyerang melalui akses internet saat transaksi digital.

Modus penipuan terbaru ini terjadi saat transaksi perbankan melalui mobile mauapun internet banking.

Penipuan ini berupaya untuk mendapatkan data-data pribadi dengan berinteraksi secara langsung melalui berbagi kode keamanan.

Pastikan, jaringan gadget seperti wifi umum jangan digunakan sebagai sarana bertransaksi online.

Celah dari jaringan wifi umum bisa membuka jalan untuk mendapatkan PIN dan kode keamanan lain.

Agar terhindar dari modus penipuan terbaru ini, lakukan perubahan PIN ataupun password internet banking secara berkala.

Baca juga: Tiga Tips agar Terhindar dari Penipuan yang Mengatasnamakan Bank

3. Vishing

Selain dua di atas, modus penipuan terbaru berikut bisa terjadi melalui jaringan telepon.

Pelaku modus penipuan Vishing bisa memberikan pengaruh terhadap korban untuk mengirim data pribadi yang bersifat rahasia.

Tentu pelaku tindak penipuan akan memberikan arahan yang bersifat memaksa ke korban untuk memberikan informasi tertentu.

Saat ini Vishing bisa dihindari dengan pencegahan melalui aplikasi spam yang ada di telepon genggam.

4. Smishing

Terakhir ada modus penipuan terbaru menggunakan media kirim SMS pada ponsel. Pesan SMS tersebut bisa mengandung sebuah tautan atau link berbahaya.

Ketika tautan tersebut dibuka maka mengarah ke sebuah informasi palsu yang berupa Contact atau Call Center palsu.

Saat itu terjadi, penelpon bisa memaksa untuk melakukan pembayaran atau transaksi.

Dengan memahami modus penipuan dan cara aman bertransaksi tentu tingkat kewaspadaan akan semakin meningkat.

Baca juga: Tren Belanja Online Naik, Waspada Penipuan via Online Shop

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Kenali 4 modus penipuan terbaru saat transaksi digital

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.