Pengertian Reksadana: Jenis, Cara Kerja, Keuntungan dan Risikonya

Kompas.com - 25/12/2021, 13:07 WIB
Reksadana adalah instrumen investasi yang cocok untuk investor pemula di pasar modal Josephus PrimusReksadana adalah instrumen investasi yang cocok untuk investor pemula di pasar modal

2. Reksadana pendapatan tetap (fixed income funds)

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksasana yang penempatan investasi dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat utang. Mirip dengan reksadana pasar uang namun reksadana jenis ini memiliki risiko yang relatif lebih besar.

Efek surat utang di sini contohnya adalah Surat Utang Negara (SUN), sukuk, dan obligasi sekurang-kurangnya 80 persen. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.

3. Reksadana saham (equity funds)

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang memiliki risiko lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap.

Baca juga: CIPS: RUU Perlindungan Data Pribadi Penentu Perkembangan Ekonomi Digital Indonesia

Penempatan investasi dari reksadana saham, sekurang-kurangnya 80 persen dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Meski risikonya lebih tinggi, namun imbal hasil dari reksadana saham juga relatif lebih tinggi.

4. Reksadana campuran (discretionary funds)

Sesuai namanya, penempatan investasi pada reksadana campuran adalah dalam efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang. Dengan kata lain, penempatan investasinya gabungan antara saham dengan obligasi.

Keuntungan investasi reksadana

Ada beberapa keuntungan dari investasi reksadana. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Dana investasi reksadana dikelola oleh seorang ahli yang berpengalaman di dunia pasar modal yaitu manajer investasi.

  • Investasi reksadana terjangkau, karena bisa dibeli dengan harga minimal Rp. 100.000.
  • Risiko investasi reksadana lebih rendah karena diversifikasi investasi oleh MI.
  • Likuiditas terjaga, investor dapat mencairkan kembali investasinya di setiap hari bursa, yaitu hari kerja yang telah ditetapkan sesuai kalender Bursa Efek Indonesia.
  • Transparan, investor dapat mengetahui reksadananya diinvestasikan di aset-aset apa saja.

Baca juga: Menilik Dampak Normalisasi Ekonomi 2022 ke Pasar Finansial

Risiko investasi reksadana

Meski tergolong minim, investasi reksadana tetap memiliki risiko. Karena itu, penting bagi para investor untuk membaca dan memahami prospektus dan laporan kinerja dari reksadana tersebut sebelum membeli. Risiko investasi reksadana adalah sebagai berikut:

  • Risiko berkurangnya nilai unit karena mengalami fluktuasi.
  • Risiko likuiditas, jika sebagian besar investor melakukan penjualan kembali (redemption), maka investor kesulitan menarik dananya.
  • Jika manajer investasi kurang/tidak berhasil dalam mengelola portofolio efeknya, maka Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit reksadana tersebut juga akan menurun nilainya.
  • Wanprestasi yakni apabila manajer investasi pengelola reksadana adalah tidak melakukan kewajibannya sehingga investor bisa kehilangan dananya.

Demikian informasi seputar apa itu reksadana, jenis, cara kerja serta keuntungan dan risikonya. Bisa dikatakan, reksadana adalah instrumen investasi yang cocok untuk pemula karena risikonya lebih rendah dibandingkan investasi saham. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.