Ekspor Timah Bakal Dilarang, Indonesia Siap Perang di WTO

Kompas.com - 03/10/2022, 12:42 WIB

BANGKA, KOMPAS.com - Larangan ekspor timah yang bakal diberlakukan pemerintah berpotensi menuai gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).  Hal ini menjadi perhatian pemerintah sejak awal.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaludin mengatakan, pemerintah tidak takut jika suatu saat larangan ekspor timah diberlakukan dan kemudian dilaporkan ke WTO.

"Itu sudah jadi salah satu pertimbangan. Seperti kata Presiden, lanjut terus, jangan takut," kata Ridwan di Pangkalpinang, Minggu (2/10/2022).

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Larangan Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Tak Langgar WTO

Menurut Ridwan, pihak-pihak yang akan menggugat tentu saja didasari karena kepentingan yang terganggu. Mungkin karena kekurangan bahan baku atau tidak bisa berjualan lagi.

"Tapi ini kan kompetisi, bolehlah (dilarang ekspor), kita bangun juga (hilirisasi)," ujar Ridwan.

Saat ini sebut dia, memang belum ada pemberlakuan larangan ekspor timah. Menurut Ridwan, Presiden bisa saja memberi tenggat waktu dua atau tiga tahun sampai infrastruktur hilirisasi benar-benar siap.

"Tujuan yang paling penting itu kita membuka lapangan kerja. Kalau selama ini timah batangan, nanti ada pabrik kawat solder atau pelat timah," ujar Ridwan.

Kajian hilirisasi saat ini terus dilakukan. Namun belum mengerucut pada nilai investasi dan lokasi lahan.

"Juga harus ada penjelasan pabrik hilirisasi ini mengapa harus di Sumatera atau di Kalimantan. Begitu juga berapa biayanya belum sampai ke situ," ungkap Ridwan.

Salah satu opsi yang memungkinkan, kata Ridwan, yakni dengan membentuk konsorsium lokal untuk berinvestasi.

"Misalkan butuh Rp 1 triliun ya, sudah dibagi dengan 23 smelter yang sudah ada, dibentuk konsorsium," ujar Ridwan.

Partisipasi perusahaan smelter yang sudah ada, juga untuk menghindari stigma negatif masyarakat terhadap investor asing.

"Nanti dibilang asing lagi yang masuk, ini salah satu opsinya konsorsium smelter," pungkas Ridwan.

Baca juga: Jokowi Berencana Larang Ekspor Timah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zurich Indonesia Siap Menjaring Potensi Asuransi Kendaraan Listrik Tahun Depan

Zurich Indonesia Siap Menjaring Potensi Asuransi Kendaraan Listrik Tahun Depan

Whats New
Jelang Pengumuman Inflasi, IHSG Masih Berpotensi Tertekan

Jelang Pengumuman Inflasi, IHSG Masih Berpotensi Tertekan

Whats New
Pengusaha: Pelabelan Galon Mengandung BPA Bikin Industri Jadi Sehat

Pengusaha: Pelabelan Galon Mengandung BPA Bikin Industri Jadi Sehat

Whats New
Hati-hati, Jokowi Sebut Investasi Tahun Depan Lebih Sulit

Hati-hati, Jokowi Sebut Investasi Tahun Depan Lebih Sulit

Whats New
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua Provinsi, Berlaku per 1 Desember

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua Provinsi, Berlaku per 1 Desember

Whats New
Sebut Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tertinggi Sedunia, Jokowi: Karena Hilirisasi

Sebut Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tertinggi Sedunia, Jokowi: Karena Hilirisasi

Whats New
Jokowi Tak Bermaksud Menakut-nakuti Rakyat soal Resesi Global 2023

Jokowi Tak Bermaksud Menakut-nakuti Rakyat soal Resesi Global 2023

Whats New
Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Pentingnya Layanan Identitas Digital yang Mumpuni dalam Ekosistem Keuangan

Whats New
Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Rekomendasi Rakornas Investasi: Tetap Pertahankan Hilirisasi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil Minta Sri Mulyani Tambah Dana DAK

Whats New
Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Balas Kekalahan di WTO, Jokowi Berencana Naikkan Pajak Ekspor Nikel

Whats New
Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Dongkrak Wisatawan di Labuan Bajo, Injourney Bakal Gelar Konser Malam Tahun Baru

Whats New
Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Rekrutmen Besar-besaran di 30 BUMN Siap Dibuka, Pantau Infonya

Work Smart
Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Sebut Kondisi Global Ruwet, Jokowi: Kepala Negara G20 Semuanya Pusing

Whats New
Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Menperin Sebut Industri Manufaktur RI Tetap Ekspansif

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.