JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, Indonesia berpotensi menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-6 di dunia pada tahun 2045.
Posisi itu turun dari saat ini Indonesia menempati posisi ke-4 sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, India, dan China.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, bergesernya posisi Indonesia tersebut sejalan dengan total fertility rate yang terus menurun.
Adapun total fertility rate adalah jumlah rata-rata anak yang akan dilahirkan oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya.
Baca juga: Mayoritas Penduduk RI Tak Mampu Membeli Makanan Bergizi
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020 total fertility rate Indonesia sebesar 2,41 persen di 2010 dan menjadi sebesar 2,18 persen di 2020. Angka total fertility rate tersebut diperkirakan terus menurun.
"Sehingga kalau ini kita biarkan saja, hitungan Bappenas, Indonesia akan menjadi negara ke-6 dari sisi populasi pada 2045," ujarnya dalam diskusi mengenai Visi Indonesia Emas 2045 di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Senin (29/5/2023).
Ia menuturkan, jumlah penduduk Indonesia akan terus bertambah, namun pertumbuhannya mulai melambat di 2030, seiring dengan total fertility rate yang terus menurun.
Bappenas memproyeksi, pada 2025 jumlah penduduk Indonesia akan sebesar 284,44 juta jiwa, lalu menjadi 297,43 juta jiwa di 2030, menjadi 308,37 juta jiwa di 2035, menjadi 317,23 di 2040, dan menjadi 324,05 juta jiwa di 2045.
Namun total fertility rate Indonesia akan turun menjadi sebesar 1,08 persen di 2025, lalu menjadi 0,90 persen di 2030, menjadi 0,72 persen di 2035, menjadi 0,57 persen di 2040, dan menjadi sebesar 0,43 persen di 2045.
Baca juga: Bappenas Ungkap Alasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terjebak di Level 5 Persen
"Jadi jumlah penduduk kita akan digeser oleh Nigeria dan Pakistan yang memang di sana fertility rate-nya masih tinggi, kalau AS (Amerika Serikat) itu masih bisa di atas karena mereka bisa mem-balance-nya," jelas Suharso.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.