Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Warung Padang Lapek Jo di Belanda, Kian Besar Usai Disuntik BNI

Kompas.com - 26/05/2024, 12:00 WIB
Yohana Artha Uly,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

DEN HAAG, KOMPAS.com - Nasi padang ternyata tak hanya digemari masyakat Indonesia, tetapi juga Belanda. Popularitas nasi padang yang cukup tinggi di Belanda membuat Suprappti Tanjung memperluas restorannya, Warung Padang Lapek Jo, yang berlokasi di Den Haag.

Suprappti tak bisa sendirian membesarkan restoran padangnya itu lantaran membutuhkan dana yang besar. Dia pun menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) atau BNI yang menawarkan bantuan pendanaan.

"Mereka (BNI) datang, bilang ‘ingin enggak membesarkan usaha?’ dan saya bilang ya boleh. Jadi dulu kan di restoran kecil, kemudian pindah ke mari (tempat yang lebih besar),” ungkapnya di Den Haag dikutip Minggu (26/5/2024).

Baca juga: Beras Mahal, Penjual Nasi Padang Ini Terpaksa Naikkan Harga Makanan

Ia mengaku mendapatkan pinjaman dengan bunga yang kecil dari BNI ketimbang yang ditawarkan perbankan lainnya yang ada di Belanda. Menurutnya pinjaman dari bank BUMN tersebut cukup membantu mengembangkan usahanya.

"BNI lebih menolong bunganya, dan banggalah ya, karena dia membantu rakyat Indonesia yang punya usaha di luar negeri. Jadi salah satu keuntungan buat kita," kata dia.

Suprappti berkisah, mulanya ia menjalankan usaha Warung Padang Lapek Jo di 2009 dengan menjajakan di pasar-pasar rakyat, mengikuti event bazar-bazar kecil, memasarkan ke tetangga, teman, dan media sosial, hingga akhirnya memutuskan membuka sebuah restoran di 2019.

Baca juga: Mengintip Peluang Usaha Gerobak Bubur Ayam

Restoran yang dimulainya pun memiliki luas yang tidak besar, serta hanya cukup 40 orang. Kala itu, tiap kali akhir pekan (weekend), jumlah pengunjung cukup banyak, alhasil Suprappti harus menolak sejumlah pembeli karena kapasitas yang terbatas.

"Itu saya selalu menolak-nolak orang kalau weekend gitu," imbuhnya.

Saat pandemi Covid-19 melanda, Suprappti justru melihat peluang untuk meningkatkan kapasitas Warung Padang Lapek Jo. Ia melihat toko baju yang tutup di masa pandemi, dan meminta pemilik gedung untuk menyewakan kepadanya guna dijadikan restoran makanan khas Minang.

Dengan adanya bantuan pendanaan dari BNI, ia pun melakukan renovasi terhadap toko pakaian yang dijadikannya restoran tersebut. Warung Padang Lapek Jo pun pindah ke tempat baru dengan daya tampung mencapai 70 orang.

Baca juga: Aturan Impor Direvisi, Dunia Usaha: Terima Kasih Pemerintah...

Pindahnya restoran padang Suprappti ke tempat yang lebih besar beralamat di Schoolstraat 35, The Hague, Den Haag tersebut, turut diresmikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada September 2022 lalu.

Adapun pendanaan yang diterima Suprappti dari BNI merupakan diaspora loan, bagian dari program Diaspora Go Global. Pengembangan Warung Padang Lapek Jo juga didukung dengan BNI Xpora, program yang memfasilitasi produk-produk RI masuk ke pasar global.

Salah satu mitra Xpora di Belanda adalah Nesia Food, perusahaan importir berbagai bahan makanan dari Indonesia. Suprappti pun mendapatkan pasokan bahan makanan untuk restoran padangnya melalui Nesia Food, yang secara harga dinilai lebih kompetitif.

"Kami ambil dari Nesia, banyak produknya dari daun singkong, kemiri, daun jeruk purut, daun salam, sampai teh-teh. Itu (harganya) lebih murah dari importir Belanda-nya," ungkapnya.

Baca juga: Membangun Bisnis Kuliner bersama Boga Hiji

Terkait harapan ke depan untuk melakukan ekspansi, Suprappti memiliki mimpi bisa membuka cabang di Amsterdam suatu saat nanti. Tentunya, ia berharap, BNI akan tetap memberikan dukungan pendanaan karena butuh modal yang besar untuk membuka restoran di ibu kota Belanda itu.

Tapi, untuk saat ini, ia mengaku masih berfokus pada Warung Padang Lapek Jo di Den Haag yang memang cukup banyak peminatnya.

"Jadi belum ada cabang. Soalnya masih agak repot juga di sini. Kalau rencana (buka cabang) ada sih, tapi enggak tahu kapan. Insyaallah kalau bisa terwujud secepatnya," kata Suprappti.

Baca juga: Bisnis Alas Kaki Melemah di Awal 2024, Asosiasi Ungkap Penyebabnya

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Bos Pupuk Indonesia: Produksi Padi akan Turun 5,1 Juta Ton jika Program HGBT Tak Dilanjutkan

Whats New
Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Masyarakat Kini Bisa Buka Rekening Superbank via Aplikasi Grab

Whats New
Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Kemenkop-UKM Ingatkan Pentingnya Pengawasan Penggunaan QRIS

Whats New
OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat 'Fintech Lending' Masih Rendah

OJK Sebut Porsi Pembiayaan Bank Lewat "Fintech Lending" Masih Rendah

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk Lulusan SMA-S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Menteri ESDM Sebut Izin Kelola Tambang NU Bisa Terbit Tahun Ini

Whats New
Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Impor Indonesia Mei 2024 Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

IHSG Ditutup Turun Tipis, Rupiah Bangkit

Whats New
HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

HUT Jakarta, Kereta Cepat Whoosh Ada Diskon 20 Persen

Spend Smart
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas

Whats New
Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Hadirkan Terobosan Baru, Wiejaya Plus Berikan Dukungan Lengkap untuk Klinik Kecantikan di Indonesia

Whats New
Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Rupiah Menguat, tetapi Masih di Atas Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Ekonom: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Laju Pertumbuhan Pasar Saham

Whats New
Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Whats New
Pelindo Layani Pelayaran Perdana Resort World Cruises, Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Salah Satu Homeportnya

Pelindo Layani Pelayaran Perdana Resort World Cruises, Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Salah Satu Homeportnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com