Wamen BUMN Cemaskan Rencana Pembangunan Kilang Minyak, Ini Faktanya

Kompas.com - 14/02/2020, 05:13 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Menurut Mantan Direktur Utama PT Inalum itu perkembangan zaman terus terjadi dan mendorong adanya transformasi pola kebiasaan masyarakat. Tren transformasi energi BBM ke listrik juga sudah ramai terjadi di dunia.

Oleh karenanya, pria yang juga sempat menjabat Direktur Utama Bank Mandiri itu meminta Pertamina untuk melakukan perhitungan kembali terkait rencana pembangunan kilang tersebut.

"Jadi kalau itu (pembangunan kilang) belum terjadi, akibatnya adalah investasi Rp 700 triliun itu menjadikan produk yang tidak akan dipakai oleh ratusan rakyat Indonesia," ucap dia.

2. Jokowi jengkel dengan lambatnya penyelesaiaan pembangunan kilang

Pembangunan kilang minyak merupakan salah satu fokus utama yang dijalankan oleh Presiden Joko Widodo sejak periode pertamanya memimpin RI.

Program ini selalu ditekankan Jokowi untuk meningkatkan produksi, sehingga mampu mengatasi permasalahan defisit neraca dagang migas.

Pada 2014, Jokowi berencana ingin melakukan pengembangan (Refinery Development Master Plan/RDMP) terhadap 4 kilang yang ada dan membangun 1 kilang baru (grass root/GRR).

Kilang RDMP yang direncanakan yakni kilang Balikpapan, kilang Dumai, kilang Balongan, dan kilang Cilacap.

Baca juga: Kilang Jokowi Tak Terbangun, Salah Mafia Migas?

Sementara kilang baru atau GRR dibangun di Bontang. Belakangan bertambah satu kilang baru yakni GRR Tuban bersamaan dengan diambil alihnya PT Trans Pacific Petrochemical Indotama ( TPPI).

Pada akhir tahun lalu, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu sempat meluapkan kekesalannya terhadap Pertamina, akibat lamanya pembangunan kilang minyak.

"Iya itu ke situ larinya juga pembangunan kilang minyak. Pembangunan kilang minyak itu harus, masa 34 tahun kita enggak bisa bangun kilang minyak, kebangetan," ujarnya, Selasa (10/12/2019).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X