Kompas.com - 03/07/2020, 14:41 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo di Jakarta, Kamis (15/1/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIADeputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo di Jakarta, Kamis (15/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia memberi sinyal kemungkinkan untuk kembali memangkas suku bunga acuan (BI-7DRRR) sebagai salah satu langkah menyediakan likuiditas.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyatakan, BI melakukan banyak cara untuk memitigasi dampak Covid-19, mulai dari menurunkan suku bunga, membeli SBN di pasar perdana, hingga melakukan intervensi nilai tukar di pasar spot dan DNDF.

"Kita terus memberikan pelonggaran. Meski suku bunga belum turun, likuiditas tetap masih longgar. Masih terbuka room (ruang) untuk menurunkan lagi sepanjang nilainya stabil," kata Dody dalam diskusi virtual, Jumat (3/7/2020).

Adapun sepanjang 2019-2020, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 175 basis poin (bps). Saat ini, suku bunga acuan BI berada pada level 4,25 persen.

Baca juga: Isu Peleburan ke BI Kembali Mencuat, OJK: Enggak Boleh Mengandai-andai

Sementara itu, untuk menggerakkan sektor riil secara tidak langsung, BI telah menyuntik likuiditas/quantitative easing (QE) sebesar Rp 614,8 triliun ke pasar.

"Bank cukup ample secara likuiditas, hanya saja antar bank distribusi likuiditasnya tidak sama," ungkap Dody.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BI, kata Dody, juga membeli SBN di pasar perdana sesuai kesepakatan dengan pemerintah. Pembelian SBN di pasar perdana ini bersifat temporer selama Perppu Nomor 1 Tahun 2020 atau Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 berlaku.

"Kalau kondisi memburuk, BI akan minta kepada pemilik devisa dalam hal ini adalah eksportir SDM untuk mengkonversi devisa ekspor ke rupiah. Ini bukan capital control, BI tetap menganut sistem devisa bebas. Sudah pasti kepada eksportir domestik, bukan asing," pungkas Dody.

Baca juga: BI: Indikator Ekonomi Membaik, RI Tak Akan Resesi Dalam Waktu Dekat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.