OJK Punya 3 Tantangan Besar, dari Kepercayaan Publik hingga Tutup Celah Goreng Saham

Kompas.com - 10/08/2020, 13:36 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso selepas penutupan rangkaian acara ulang tahun ke-7 OJK di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (25/11/2018). Kompas.com/Mutia FauziaKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso selepas penutupan rangkaian acara ulang tahun ke-7 OJK di kawasan Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (25/11/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) mengaku masih menghadapi tiga tantangan yang tidak mudah, utamanya di industri pasar modal dalam masa pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, pandemi Covid-19 menjadikan situasi global berada dalam kondisi yang tidak normal. Hal ini berakibat pada perekonomian yang masih belum menemukan kepastian.

"Ke depan penuh ketidakpastian. Penanganan pandemi Covid-19 masih menjadi perhatian kita semua, masih menjadi faktor utama dalam perkembangan perekonomian dunia dan domestik di tahun ini dan tahun depan," kata Wimboh dalam konferensi video, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Marak Klaim Obat Covid-19, YLKI Sentil Pemerintah

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran virus. Di sisi lain, ekonomi harus tetap bergerak agar pemulihannya jauh lebih cepat.

"Ini akan terus kita pantau, tantangan akan muncul, kita akan terus melihat bagaimana kebijakan OJK bisa kita adjust secara cepat untuk memitigasi pandemi terhadap pemulihan ekonomi apabila itu terjadi. Mudah-mudahan tidak (terjadi)," tutur Wimboh.

Tantangan kedua, pihaknya perlu meningkatkan kembali kepercayaan publik terhadap industri pasar modal. Sebab tak dipungkiri, munculnya permasalahan mempengaruhi persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat.

Dia menekankan, segala bentuk pelanggaran ketentuan bakal ditindaklanjuti. Pihaknya bakal terus memperkuat pengawasan untuk mencegah terjadinya manipulasi.

"Kami juga menekankan pentingnya market maker untuk meningkatkan likuiditas perdagangan, mempersempit celah untuk menggoreng saham sehingga pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel," jelas Wimboh.

Baca juga: Deretan Fakta Karyawan Swasta Terima BLT Rp 2,4 Juta

Tantangan ketiga, OJK bakal terus dihadapkan pada besarnya tuntutan masyarakat akan peran pengawasan. Untuk itu, pihaknya bersama para pemangku kepentingan akan terus merumuskan tindakan dan kebijakan yang tepat.

Tujuannya, agar menjadikan pasar modal Indonesia kuat dan berperan signifikan dalam menyediakan pembiayaan bagi pemerintah maupun dunia usaha.

"Dengan itu semua, kami harap pasar modal dapat semakin berperan nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan menjadi solusi pembiayaan bagi sektor riil yang mudah," kata dia.

Baca juga: Daftar Lelang Mobil Murah Sitaan Ditjen Pajak dan Bea Cukai



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X