Merefleksi Arti Warna dalam Perspektif Pemasaran

Kompas.com - 26/10/2020, 14:12 WIB
Ilustrasi pemasaran properti secara daring VECTORFUSIONARTIlustrasi pemasaran properti secara daring

Produk yang memiliki ekuitas merek yang kuat cenderung dapat ditawarkan dengan harga yang lebih tinggi (premium) dibanding produk sejenis dari merek lain.

Baca juga: "Conversation Marketing" ala McDonald's Sarinah

Produk dengan ekuitas merek tinggi juga bisa lebih mudah memperluas pasar dengan penambahan lini produk ataupun dengan melakukan ekspansi ke kategori yang baru, karena memiliki reputasi yang baik di mata konsumen, dan konsumen mempercayai produk tersebut.

Salah satu cara untuk membangun ekuitas merek yang kuat adalah melalui pemilihan warna logo produk/perusahaan yang sesuai dengan identitas merek atau perusahaan tersebut, dan secara konsisten menggunakan identitas warna tersebut di seluruh lini perusahaan, mulai dari warna gedung kantor, warna seragam, tema warna di iklan, sampai warna kemasan dari produk tersebut.

Warna sangat penting karena manusia adalah makhluk visual (visual creatures) yang mengandalkan kemampuan untuk memproses warna ketika memilih makanan, pakaian, sepatu dan sebagainya.

Bahkan, suatu penelitian menilai bahwa manusia memproses data yang dipresentasikan secara visual jauh lebih cepat daripada jenis data lainnya.

Otak manusia memproses gambar 60.000 kali lebih cepat daripada tulisan, dan 90 persen dari informasi yang dikirim ke otak manusia adalah visual.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aspek pemilihan warna

Sejumlah penelitian memperlihatkan keterkaitan antara pemilihan warna produk dengan penjualan. Trend baru muncul yaitu sangatlah penting untuk terus meng-update warna secara teratur. Bila perlu mempersiapkan pemilihan warna beberapa tahun sebelum produk diluncurkan ke pasar.

Tidak heran bila praktisi pemasaran mengkonsultasikan pemilihan warna ke sejumlah konsultan yang paham benar tentang makna warna di mata konsumen.

Setidaknya terdapat tiga aspek yang patut dipertimbangkan pemasar ketika memilih warna untuk produk mereka yaitu respons fisiologis terhadap warna, asosiasi warna dalam konteks budaya dan preferensi warna terhadap produk.

Sejumlah peneliti telah menyarankan asosiasi warna yang dikaitkan dengan respons fisiologis manusia. Sejak masa awal kehidupan, pria mengasosiasikan biru tua sebagai malam dan kuning muda sebagai sinar matahari serta menggairahkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X