Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Herman Darnel Ibrahim

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) 2020 – 2025

Merenungkan Ambisi Dunia Menuju Zero Emission

Kompas.com - 19/07/2021, 15:30 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Transisi energi di negara berkembang tidak akan semudah dan semurah di negara maju. Selama ini, untuk mencukupi listrik, investasi untuk pengembangan infrastruktur dilakukan melalui utang atau mengundang investor dengan jaminan pemerintah.

Upaya menumbuhkan ekonomi untuk menjadi lebih makmur juga membutuhkan investasi dan modal besar untuk pengembangan industri dan infrastruktur lainnya.

Baca juga: DEN Dorong Percepatan Transisi Menuju Energi Baru Terbarukan

Idealnya To Grow dan To Go Green berjalan berasamaan. Namun, faktanya negara maju yang hanya menghadapi To Go Green saja masih terlihat lambat dan belum berhasil. Apalagi negara berkembang seperti Indonesia.

Mari kita coba renungkan. Apakah upaya penurunan emisi CO2 melaui COP UNFCC ini benar-benar akan berhasil? Ataukah itu hanya sebuah gerakan euforia untuk pencitraan?

Seandainya To Grow dan To Go Green tak bisa bersamaan, mana yang akan dikorbankan? Apakah To Grow?

Apakah dalam membuat rencana dan target transisi energi, kita akan menyamai target negara- negara maju yang sudah makmur dan mencapai puncak emisinya sejak puluhan tahun lalu? Atau kita akan memilih lebih realistis dengan pertimbangan lateral?

Tidak perlukah kita meminta pengertian dunia bahwa untuk 10-15 tahun ke depan masih perlu dukungan energi fosil, seperti batu bara yang lebih murah dan tersedia dari domestik?

Keyakinan saya pribadi, net zero emission hanya akan terwujud jika ada penemuan luar biasa sumber energi bersih dan teknologi yang belum bisa dibayangkan apa dan bagaimana bentuknya.

Atau, akan terwujud jika semua masyarakat dunia membatasi penggunaan energi sebagaimana telah dilakukan oleh etnis Amish di Amerika dan Etnis Badui di Indonesia, yang membatasi penggunaan listrik dan kendaraan bermesin dalam kehidupan mereka. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Rencana Penyehatan, OJK Sebut Bumiputera 1912 Tetap Jalankan Prinsip Usaha Bagi Untung atau Rugi

Soal Rencana Penyehatan, OJK Sebut Bumiputera 1912 Tetap Jalankan Prinsip Usaha Bagi Untung atau Rugi

Whats New
Erick Thohir: 80 Persen Produk Susu Masih Impor Erick Ajak Frisian Flag Kerja Sama

Erick Thohir: 80 Persen Produk Susu Masih Impor Erick Ajak Frisian Flag Kerja Sama

Whats New
Lanjutkan Penguatan, IHSG Sesi Pagi Masuki Zona 6.900

Lanjutkan Penguatan, IHSG Sesi Pagi Masuki Zona 6.900

Whats New
Minyakita Kini Langka dan Mahal, Strategi Mendag: Tambah Stok hingga Larang Jual 'Online'

Minyakita Kini Langka dan Mahal, Strategi Mendag: Tambah Stok hingga Larang Jual "Online"

Whats New
Strategi Kementerian ESDM Tingkatkan Penyediaan Pasokan Listrik

Strategi Kementerian ESDM Tingkatkan Penyediaan Pasokan Listrik

Whats New
Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung, Nilai Limit di Bawah Rp 100 Juta

Daftar Lelang Rumah Murah di Bandung, Nilai Limit di Bawah Rp 100 Juta

Spend Smart
Anjlok Rp 13.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Anjlok Rp 13.000 Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Spend Smart
Cara Dapatkan Diskon 10 Persen Tiket Kereta Api, Khusus Alumni UNY

Cara Dapatkan Diskon 10 Persen Tiket Kereta Api, Khusus Alumni UNY

Spend Smart
Resistensi Berinovasi

Resistensi Berinovasi

Whats New
Watsons Tebar Promo Diskon hingga 70 Persen, Catat Tanggalnya

Watsons Tebar Promo Diskon hingga 70 Persen, Catat Tanggalnya

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Kereta Panoramic Beroperasi Februari 2023, Ini Cara Beli Tiketnya

Kereta Panoramic Beroperasi Februari 2023, Ini Cara Beli Tiketnya

Whats New
 Menko Airlangga Yakin Proyek Smelter Freeport Rampung pada Desember 2023

Menko Airlangga Yakin Proyek Smelter Freeport Rampung pada Desember 2023

Whats New
Mendag Zulhas Larang Minyakita Dijual 'Online', Shopee: Kita Turunkan

Mendag Zulhas Larang Minyakita Dijual "Online", Shopee: Kita Turunkan

Whats New
Soal Utang Bulog, Buwas: Dulu Rp 32 Triliun, Sekarang Tinggal Rp 7 Triliun

Soal Utang Bulog, Buwas: Dulu Rp 32 Triliun, Sekarang Tinggal Rp 7 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+