Badan Energi Internasional: Industri Migas Nasional Punya Banyak Kelebihan

Kompas.com - 04/12/2020, 10:45 WIB
Ilustrasi blok migas iStockphoto/bashtaIlustrasi blok migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) menilai industri hulu minyak dan gas ( migas) nasional memiliki banyak kelebihan dibanding negara lainnya.

Chief Economist IEA, Laszlo Varro, mengatakan  beberapa keuntungan yang dimiliki industri hulu migas dalam negeri antaranya adalah kondisi demokrasi yang stabil serta fakta bahwa industri ini sudah beroperasi lebih dari seratus tahun dan diminati oleh perusahaan-perusahaan internasional.

Akan tetapi dia mengingatkan bahwa saat ini dunia sedang bertransisi kepada pemakaian energi terbarukan sehingga ke depan investasi di hulu migas akan semakin terbatas.

Baca juga: Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Pukul Industri Migas

"Akan ada pemain yang tidak mendapatkan kesempatan karena kompetisi untuk menarik investasi akan sangat ketat," ujarnya dalam seminar virtual, Kamis (4/12/2020).

Lebih lanjut, Laszlo memaparkan potensi-potensi yang dapat dikembangkan sektor migas Indonesia.

Ia menilai potensi yang sangat besar adalah pengembangan proyek enhanced oil recovery (EOR) dan pemanfaatan gas karbon dioksida atau CO2.

Terkait dengan gas alam cair atau liquified natural gas (LNG), menurutnya potensi terbesar adalah mengembangkan fasilitas kilang LNG mini untuk memenuhi kebutuhan gas industri domestik.

Baca juga: WK Rokan Masih Jadi Andalan untuk Capai Produksi Migas Nasional 1 Juta Barrel Per Hari

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai industri hulu migas masih memiliki peranan penting terhadap perekonomian nasional.

Industri hulu migas setiap tahun disebut mampu merealisasikan investasi sebesar sekitar 10 miliar dollar AS, dengan faktor multiplier effect mencapai 1,6 kali.

"Pemerintah sadar betul industri hulu migas memegang peranan strategis untuk mendukung program pertumbuhan ekonomi, namun bukan hanya sebagai sumber penerimaan namun juga sebagai lokomotif pergerakan perekonomian," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X