Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Berulang, Waskita Kembali Tunda Pembayaran Utang

Kompas.com - 16/08/2023, 14:36 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - PT Waskita Kaya Tbk (WSKT) kembali menunda pembayaran bunga Obligasi Berkelanjutan III Tahap IV tahun 2019 seri B ke 15, 16, dan 17 yang jatuh tempo pada Rabu (16/8/2023), hari ini.

Lantaran arus kasnya yang seret dan mecatat rugi dalam 5 tahun berturut-turut, Waskita Karya tidak melakukan penyetoran dana kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk pembayaran utang obligasi.

"Pada tanggal 15 Agustus 2023, Perseroan tidak melakukan penyetoran dana kepada KSEI sebagai Agen Pembayaran sehubungan dengan pembayaran bunga ke-15, ke-16, dan ke-17 Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 seri B (PUB III Tahap IV Tahun 2019) yang akan jatuh pada tanggal 16 Agustus 2023 sebagaimana diperjanjikan dalam perjanjian perwaliamanatan," tulis Direktur Utama Waskita Karya Mursyid dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

BUMN karya ini berdalih, penundaan pembayaran obligasi beserta bunganya itu dilakukan sehubungan dengan masih dilakukannya proses review secara komprehensif terhadap master restructuring agreement (MRA).

Baca juga: BUMN Waskita Jadi Emiten Karya yang Paling Merugi di Paruh 2023

Berdasarkan ketentuan perjanjian perwaliamanatan PUB III Tahap IV Tahun 2019, apabila kegagalan pembayaran bunga tersebut tidak diperbaiki dalam jangka waktu 14 hari kerja sejak diterimanya teguran tertulis dari Wali Amanat, maka perseroan dapat dinyatakan cidera janji.

"Penundaan pembayaran tersebut dilakukan sehubungan dengan masih dilakukannya proses review secara komprehensif terhadap MRA," kata Musryid.

Dampak ke investor

Sementara itu dikutip dari Kontan, fenomena gagal bayar obligasi jatuh tempo Waskita Karya turut menghantui reksadana yang memiliki underlying obligasi korporasi BUMN Karya.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menuturkan, berdasarkan datanya terdapat dua produk yang memiliki underlying obligasi korporasi BUMN Karya per Juni dan Juli 2023. Yakni, Manulife Syariah Sukuk Indonesia dan BMI Indo Obligasi Mantap.

Baca juga: Meski Keuangan Karut-marut, Waskita Diserahi Proyek Terbanyak di IKN

Alhasil, produk reksadana pendapatan tetap itu mencatatkan kinerja di bawah rata-rata industri.

Kinerja Manulife Syariah Sukuk Indonesia mencatatkan kinerja YTD 1,89 persen per Juli 2023, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yang tercermin dari kinerja Infovesta 90 Fixed Income Fund Index sebesar 3,9 persen.

Sementara kinerja BMI Indo Obligasi Mantap sebesar 3,68 persen sedikit di bawah rata-rata industri.

Bahkan lanjutnya, dengan fenomena gagal bayar WSKT ini berpotensi membuat investor 'nyangkut' karena untuk jual di pasar sekunder sudah tidak ada marketnya.

"Worst case scenario dampak gagal bayar WSKT seperti likuidasi, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah seperti di sekitar tahun 2018-an akan menurunkan NAB/unit secara signifikan," ujarnya kepada Kontan.co.id.

Baca juga: Meski Didera Utang Rp 84 Triliun, Gaji Karyawan Waskita Tetap Dibayar

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

'Ramalan' Bank Dunia untuk Ekonomi RI 2024, Inflasi 3 Persen, PDB 5,1 Persen

"Ramalan" Bank Dunia untuk Ekonomi RI 2024, Inflasi 3 Persen, PDB 5,1 Persen

Whats New
BEI Ungkap Alasan Asing Ramai-ramai Cabut dari Indonesia

BEI Ungkap Alasan Asing Ramai-ramai Cabut dari Indonesia

Whats New
Sari Murni Group Hadirkan Momogi dan Criscito dalam Kemasan Besar di Jakarta Fair 2024

Sari Murni Group Hadirkan Momogi dan Criscito dalam Kemasan Besar di Jakarta Fair 2024

Rilis
Kementan Targetkan Cetak 2 Juta Hektar Lahan Padi Per Tahun

Kementan Targetkan Cetak 2 Juta Hektar Lahan Padi Per Tahun

Whats New
Ini 5 Aturan Dasar Berinvestasi, Investor Baru Wajib Mengerti

Ini 5 Aturan Dasar Berinvestasi, Investor Baru Wajib Mengerti

Work Smart
OJK Belum Terima Permohonan Resmi Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat

OJK Belum Terima Permohonan Resmi Merger BTN Syariah dan Bank Muamalat

Whats New
Bank Dunia: Indonesia Punya Banyak Perusahaan Kecil tetapi Kurang Produktif...

Bank Dunia: Indonesia Punya Banyak Perusahaan Kecil tetapi Kurang Produktif...

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Sujanto Su jadi Chief Financial Officer

Citi Indonesia Tunjuk Sujanto Su jadi Chief Financial Officer

Whats New
BEI Bakal Berlakukan 'Short Selling' pada Oktober 2024

BEI Bakal Berlakukan "Short Selling" pada Oktober 2024

Whats New
Rekrut CPNS, Kemenko Perekonomian Minta Tambahan Anggaran Rp 155,7 Miliar

Rekrut CPNS, Kemenko Perekonomian Minta Tambahan Anggaran Rp 155,7 Miliar

Whats New
Usai Direktur IT, Kini Direktur Bisnis UKM Mundur, KB Bank Buka Suara

Usai Direktur IT, Kini Direktur Bisnis UKM Mundur, KB Bank Buka Suara

Whats New
Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, OJK Gelar Sharia Financial Olympiad

Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, OJK Gelar Sharia Financial Olympiad

Whats New
Tiga Pesan Bank Dunia untuk RI, dari Makroekonomi hingga Reformasi Swasta

Tiga Pesan Bank Dunia untuk RI, dari Makroekonomi hingga Reformasi Swasta

Whats New
Kisah Anita Dona, 'Nekat' Dirikan Dolas Songket Bermodal Rp 10 Juta, Kini Jadi Destinasi Wisata Sawahlunto

Kisah Anita Dona, "Nekat" Dirikan Dolas Songket Bermodal Rp 10 Juta, Kini Jadi Destinasi Wisata Sawahlunto

Smartpreneur
Perekonomian Indonesia Disebut Terjaga dengan Baik dan Bisa Hadapi Risiko Ketidakpastian Global

Perekonomian Indonesia Disebut Terjaga dengan Baik dan Bisa Hadapi Risiko Ketidakpastian Global

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com