Ini Alasan Anak Pendiri Sinar Mas Kembali Gugat Hak Warisan

Kompas.com - 12/08/2020, 19:44 WIB
Freddy Widjaja (kanan), anak pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja bersama kuasa hukumnya di Jakarta (3/8/2020). KONTAN/VENDY SUSANTOFreddy Widjaja (kanan), anak pendiri Sinar Mas Group Eka Tjipta Widjaja bersama kuasa hukumnya di Jakarta (3/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu anak pendiri Sinar Mas Grup, Freddy Widjaya kembali melayangkan gugatan terhadap saudara tirinya terkait sengketa hak waris dari harta peninggalan sang ayah, mendiang pengusaha Eka Tjipta Widjaja.

Sebelumnya Freddy melakukan gugatan ke PN Jakarta Pusat terkait hak waris dengan total nilai aset Sinar Mas Grup sekitar Rp 672,62 triliun. Namun gugatan ini akhirnya dicabut oleh Freddy.

Kini gugatan baru terkait sengketa hak waris didaftarkan Freddy pada 10 Agustus 2020 di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan nomor 637/Pdt.G/2020/PN JKT.SEL.

Baca juga: Anak Pendiri Sinar Mas Kembali Gugat Hak Warisan

Kali ini terdapat 6 pihak yang menjadi tergugat yakni kelima saudara tirinya terdiri dari Teguh Ganda Widjaja, Indra Widjaja, Muhtar Widjaja, Djafar Widjaja, dan Franky Oesman Widjaja, serta Elly Romsiah mantan sekretaris Eka Tjipta. Adapun Indra dan Elly merupakan pelaksana wasiat.

Alasan Freddy mengajukan gugatan karena karena wasiat dilaksanakan tanpa adanya perincian atas harta peninggalan dari Eka Tjipta. Padahal, pendiri Sinar Mas Grup itu memiliki ratusan perusahaan di dalam dan luar negeri.

Freddy menjelaskan, mendiang ayahnya membuat wasiat tertanggal 25 April 2008. Dalam wasiat disebutkan, Freddy mendapatkan uang senilai Rp 1 miliar, begitu pula dengan beberapa anak Eka Tjipta lainnya mendapatkan sekitar Rp 1 miliar hingg Rp 2 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Totalnya, hanya Rp 76 miliar untuk 34 orang penerima wasiat dan jika ada sisa harta, maka diberikan kepada kelima tergugat atau saudara tiri Freddy tersebut.

Padahal, menurut Freddy, total keseluruhan aset Sinar Mas Grup mencapai sebesar Rp 737,36 triliun namun pembagian pada ahli waris jauh dibawah nilai tersebut.

Baca juga: Gugatan Sengketa Hak Waris Pendiri Sinar Mas Resmi Dicabut

"Pak Eka memiliki harta dan uang tunai semasa hidupnya, yang jadi permasalahannya berapa jumlahnya dan dikemanakan sisanya oleh kelima saudara tiri saya yang namanya tercantum di akta wasiat," ungkap Freddy saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (12/8/2020).

Freddy menilai, wasiat tersebut juga menyebabkan tertutupnya hak dirinya sebagai ahli waris yang dilindungi Undang-Undang, yakni Pasal 913 KUH Perdata.

Pasal itu menentukan bahwa legitime portie atau bagian warisan menurut undang-undang ialah suatu bagian dari harta-benda yang harus diberikan kepada para ahli waris dalam garis lurus menurut undang-undang, yang terhadapnya orang yang meninggal dunia tidak boleh menetapkan sesuatu, baik sebagai hibah antara orang-orang yang masih hidup, maupun sebagai wasiat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemberlakuan PPKM Level 4 Diprediksi Tak Terlalu Berpengaruh ke Pasar Finansial

Pemberlakuan PPKM Level 4 Diprediksi Tak Terlalu Berpengaruh ke Pasar Finansial

Whats New
Ruangguru Luncurkan Fitur Adapto untuk Siswa SMP dan SMA

Ruangguru Luncurkan Fitur Adapto untuk Siswa SMP dan SMA

Rilis
KKP Legalkan 10 Kelompok Alat Tangkap, dari Pukat Cincin hingga Jaring Tarik

KKP Legalkan 10 Kelompok Alat Tangkap, dari Pukat Cincin hingga Jaring Tarik

Whats New
Ada PPKM, Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Diproyeksi Kembali Meningkat

Ada PPKM, Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan Diproyeksi Kembali Meningkat

Whats New
Triwulan II-2021, Laba Bank BJB Tumbuh 14,4 Persen

Triwulan II-2021, Laba Bank BJB Tumbuh 14,4 Persen

Whats New
Soal Usulan Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal, Ini Kata Pengelola Pusat Belanja

Soal Usulan Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal, Ini Kata Pengelola Pusat Belanja

Whats New
KSP Sahabat Mitra Sejati Berikan Pembiayaan dan Pendampingan untuk UMKM

KSP Sahabat Mitra Sejati Berikan Pembiayaan dan Pendampingan untuk UMKM

Whats New
Realisasi Investasi Semester I-2021 Rp 442,8 Triliun, Baru 49,2 Persen dari Target

Realisasi Investasi Semester I-2021 Rp 442,8 Triliun, Baru 49,2 Persen dari Target

Whats New
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 3 Persen pada 2021, Ekspor Jadi Penopang

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 3 Persen pada 2021, Ekspor Jadi Penopang

Whats New
BPPT Jalankan 'Pilot Plan' untuk Bantu Kembangan Energi Baru Terbarukan di RI

BPPT Jalankan "Pilot Plan" untuk Bantu Kembangan Energi Baru Terbarukan di RI

Rilis
Pendaftaran Prakerja Gelombang 18 Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

Pendaftaran Prakerja Gelombang 18 Kapan Dibuka? Ini Bocorannya

Whats New
Sektor Pariwisata dan Transportasi Bakal Diguyur Insentif Modal Kerja

Sektor Pariwisata dan Transportasi Bakal Diguyur Insentif Modal Kerja

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Jepang Layak sebagai Tuan Rumah Olimpiade hingga Impian Disabilitas Semakin Didengar Dunia

[KURASI KOMPASIANA] Jepang Layak sebagai Tuan Rumah Olimpiade hingga Impian Disabilitas Semakin Didengar Dunia

Rilis
Realisasi Investasi Kuartal II-2021 Capai Rp 223 Triliun

Realisasi Investasi Kuartal II-2021 Capai Rp 223 Triliun

Whats New
OJK Yakin Pembentukan Klaster Pertanian Bisa Genjot Penyaluran KUR

OJK Yakin Pembentukan Klaster Pertanian Bisa Genjot Penyaluran KUR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X