Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Waralaba: Antara Janji, Ekspektasi dan Realisasi

Kompas.com - 04/12/2020, 09:30 WIB
Ilustrasi franchise, waralaba Dok. HaloMoney.co.idIlustrasi franchise, waralaba

Oleh: Frangky Selamat dan Fajar Hermawan

SEORANG pengusaha muda, pemilik usaha waralaba kopi susu, bercerita penuh semangat mengenai rencana ekspansi bisnis perusahaan yang dikelolanya.

Dengan konsep waralaba, ia menargetkan pembukaan minimal satu gerai tiap bulan. Sejumlah tempat telah disasar menjangkau pasar potensial. Tawaran menarik telah disiapkan untuk terwaralaba yang berminat menjadi mitra.

Walau bukan yang pertama, dengan paket penawaran yang dianggapnya murah dan menguntungkan mitra, ia yakin merek waralaba yang diusungnya bisa menjadi nomor satu.

 

Baca juga: Intip Cara Waralaba Ayam Goreng Taiwan Bertahan di Tengah Pandemi

Lalu di ujung cerita, tanpa disangka sang pengusaha sedikit membuka “rahasia” dapur bisnisnya yang sebenarnya tidak terlalu untung jika membuka usaha sendiri alias tidak diwaralabakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan franchise fee yang diterima dari mitra terwaralaba senilai minimal 100 juta untuk setiap pembukaan gerai, bisnis waralaba bisa meraup laba lumayan besar, begitu katanya. Tapi itu cerita di kala sebelum pandemi melanda Indonesia.

Sekarang, cerita telah berbeda karena banyak mitra terwaralaba yang kesulitan dan memilih menutup gerai. Demikian pula sang empunya alias pewaralaba, terpaksa menutup sejumlah gerai yang dikelola sendiri. Rencana ekspansi sebelum pandemi yang ambisius dan indah, buyar seketika.

Di sisi lain cerita menarik tentang bagaimana waralaba yang dikelola oleh pengusaha Indonesia berjuang untuk eksis, seolah tiada habisnya. Jika tadi adalah bisnis kopi susu yang sedang booming, yang ini adalah seorang pengusaha waralaba yang menawarkan ayam goreng tepung alias fried chicken.

Ketika sejumlah gerai yang dikelola sendiri maupun mitra terwaralaba banyak menemui kesulitan dan memutuskan untuk berhenti sementara atau selamanya, sang pengusaha justru melakukan ekspansi ke negeri jiran Malaysia.

“Itu sudah direncanakan sebelum pandemi. Pembukaannya ditunda, baru saat ini,” begitu ia memberi penjelasan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.